Lifestyle

Mengapa Mata Terasa Berat Setelah Makan Siang? Ini Penjelasan Medis dari Ahli Gizi

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip CNN Indonesia Rasa kantuk yang menyerang setelah makan siang, atau yang secara medis sering disebut sebagai postprandial somnolence, merupakan fenomena umum yang dialami banyak orang, terutama para pekerja kantoran. Meskipun sering dianggap sepele atau sekadar akibat kurang tidur semalam, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Johanes Chandrawinata, menjelaskan bahwa penyebab utamanya justru terletak pada pola makan dan jenis nutrisi yang kita konsumsi di siang hari.

Faktor pemicu yang paling signifikan adalah asupan karbohidrat yang berlebihan. Di Indonesia, porsi nasi yang besar seringkali menjadi “primadona” saat makan siang. Ketika kita mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi, tubuh akan memecahnya menjadi gula darah atau glukosa. Lonjakan kadar gula darah ini memicu pankreas untuk melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar. Insulin bertugas memasukkan gula ke dalam sel tubuh, namun di sisi lain, proses ini juga memfasilitasi masuknya asam amino triptofan ke dalam otak.

Di dalam otak, triptofan kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin. Serotonin adalah hormon yang memberikan efek relaksasi dan kenyamanan, sementara melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur. Inilah alasan mengapa setelah menyantap porsi besar karbohidrat, tubuh merasa sangat rileks hingga akhirnya memicu rasa kantuk yang sulit tertahankan.

Selain faktor hormon, proses mekanis tubuh juga berpengaruh. Saat makanan masuk ke lambung, tubuh akan memusatkan aliran darah ke sistem pencernaan untuk membantu mengolah nutrisi. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke otak mengalami sedikit penurunan sementara, yang berkontribusi pada munculnya rasa lemas dan kurang fokus.

Untuk mengatasinya, dr. Johanes menyarankan agar masyarakat mulai memperhatikan keseimbangan piring makan mereka. Alih-alih hanya mengandalkan nasi dan lauk gorengan, sangat penting untuk memperbanyak porsi sayuran dan protein tanpa lemak. Mengurangi porsi nasi dan menghindari minuman manis setelah makan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga energi tubuh tetap terjaga tanpa disertai rasa kantuk yang mengganggu produktivitas di sore hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version