Nasional
Mendagri Tito Karnavian Tinjau Langsung Percepatan Rehabilitasi dan Pembersihan Lumpur di Aceh Tamiang
Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan lapangan yang krusial ke Kabupaten Aceh Tamiang guna memantau secara langsung perkembangan proses pembersihan sisa-sisa material lumpur yang mengendap di kawasan permukiman warga. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan bahwa tahap rehabilitasi pascabencana banjir di wilayah tersebut berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran, terutama mengingat saat ini masyarakat sedang memasuki awal bulan suci Ramadan.
Dalam peninjauannya, Tito Karnavian menekankan bahwa percepatan pembersihan lumpur adalah prioritas utama. Lumpur yang tertinggal pascasurutnya banjir bukan sekadar masalah estetika lingkungan, melainkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan hambatan besar bagi mobilitas warga untuk kembali beraktivitas normal.
Endapan lumpur yang tebal seringkali menjadi sarang bakteri dan bibit penyakit jika tidak segera ditangani dengan peralatan yang memadai. Oleh karena itu, Mendagri menginstruksikan pemerintah daerah setempat beserta jajaran terkait untuk mengerahkan segala sumber daya, termasuk alat berat dan personel gabungan, guna menuntaskan pembersihan di titik-titik permukiman yang paling terdampak.
Selain meninjau aspek teknis pembersihan, kehadiran Tito di Aceh Tamiang juga membawa misi kemanusiaan dan dukungan moral bagi para korban. Bertepatan dengan hari pertama Ramadan, Mendagri menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan warga setempat. Beliau mendengarkan aspirasi serta keluhan masyarakat mengenai kendala yang mereka hadapi selama masa pemulihan ini.
Momen ini juga diisi dengan agenda buka puasa bersama, yang melambangkan empati mendalam dari pemerintah pusat terhadap kondisi kebatinan masyarakat Aceh Tamiang yang harus menjalani awal bulan puasa di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Tito juga memberikan catatan penting mengenai tata kelola anggaran darurat dan koordinasi antarinstansi. Beliau meminta agar koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas pekerjaan umum, serta unsur TNI dan Polri terus diperkuat agar tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Selain itu, Mendagri mendorong adanya evaluasi jangka panjang terkait infrastruktur pencegahan banjir di Aceh Tamiang, seperti normalisasi aliran sungai dan penguatan tanggul, agar musibah serupa tidak terulang kembali di masa depan yang dapat merugikan perekonomian daerah.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa daerah-daerah yang jauh dari pusat kekuasaan tetap mendapatkan perhatian penuh dalam situasi darurat. Dengan adanya supervisi langsung dari tingkat kementerian, diharapkan proses normalisasi di Aceh Tamiang dapat tuntas lebih cepat, sehingga warga dapat fokus menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman, nyaman, dan dalam lingkungan yang kembali bersih.