Lifestyle
Memahami Perbedaan Tepung Terigu dan Tepung Roti agar Tidak Salah Pilih

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Berikut adalah parafrase mendalam dan komprehensif mengenai perbedaan tepung terigu dan tepung roti, disusun agar informatif dan mudah dipahami bagi pemula maupun penggemar baking.
Mengupas Tuntas Perbedaan Tepung Terigu dan Tepung Roti dalam Dunia Baking
Dalam seni memanggang atau dunia baking, tepung adalah fondasi utama yang tak tergantikan. Bahan ini menjadi bahan dasar bagi beragam sajian lezat, mulai dari roti yang empuk, donat yang kenyal, hingga kue kering yang renyah.
Namun, bagi banyak orang awam, istilah-istilah seputar tepung sering kali membingungkan. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Apakah tepung terigu itu sama dengan tepung roti?”
Untuk menjawabnya, kita perlu memahami bahwa tepung bukan sekadar bubuk putih. Tepung memegang peran vital dalam membentuk struktur, elastisitas, dan volume pada hasil panggangan. Kunci dari semua karakteristik ini terletak pada kandungan protein dan kemampuannya membentuk gluten. Pemahaman yang keliru dalam memilih jenis tepung dapat berakibat fatal pada hasil akhir adonan, seperti roti yang bantat atau kue yang terlalu keras.

Apakah Keduanya Sama? Mari Kita Bedah
Secara singkat, jawabannya adalah tidak sepenuhnya sama. Hubungan antara keduanya lebih tepat digambarkan sebagai hubungan antara “kategori umum” dan “kategori khusus”. Tepung roti adalah salah satu jenis spesifik dari keluarga besar tepung terigu. Tidak semua tepung terigu bisa disebut tepung roti, namun tepung roti pasti terbuat dari gandum (terigu).
Berikut adalah penjelasan rinci mengenai karakteristik keduanya:
1. Tepung Terigu (Kategori Umum) Tepung terigu adalah hasil olahan penggilingan biji gandum yang kulit arinya telah dipisahkan, menghasilkan bubuk halus berwarna putih. Di pasaran Indonesia, produk ini biasanya sudah melalui proses pemurnian (bleaching) dan fortifikasi (penambahan) vitamin serta mineral.
Istilah “tepung terigu” sebenarnya adalah payung besar yang menaungi berbagai jenis tepung berdasarkan kadar proteinnya. Protein inilah yang nantinya bereaksi dengan air membentuk gluten—benang-benang halus yang memberikan kekuatan pada adonan.
2. Tepung Roti (Si Spesialis Protein Tinggi) Tepung roti, atau sering disebut bread flour, adalah jenis tepung terigu yang diformulasikan khusus dengan kadar protein tinggi, berkisar antara 12 hingga 15 persen.
Tingginya kadar protein ini memungkinkan pembentukan jaringan gluten yang sangat kuat dan elastis saat diuleni. Jaringan gluten ini berfungsi seperti balon yang memerangkap gas karbon dioksida hasil fermentasi ragi. Inilah alasan mengapa roti yang menggunakan tepung jenis ini bisa mengembang sempurna, memiliki volume tinggi, serat yang panjang, dan tekstur yang kenyal namun lembut.
Mengenal Klasifikasi Tepung Berdasarkan Protein
Agar tidak salah pilih saat berbelanja, penting untuk mengetahui tiga kategori utama tepung terigu beserta kegunaannya:
Tepung Terigu Protein Tinggi (Hard Flour): Inilah yang disebut sebagai tepung roti. Dengan kandungan protein 11-13% atau lebih, tepung ini sangat ideal untuk makanan yang membutuhkan tekstur kenyal dan elastis.
Penggunaan: Roti tawar, roti manis, donat, mi, pasta, burger bun, dan kulit martabak telur.
Contoh Pasaran: Cakra Kembar atau Cakra Kembar Emas.
Tepung Terigu Protein Sedang (All-Purpose Flour): Sesuai namanya, ini adalah tepung serbaguna. Kandungan proteinnya berada di tengah-tengah, sekitar 8-10%. Tepung ini memberikan keseimbangan antara tekstur lembut dan struktur yang cukup kokoh.
Penggunaan: Berbagai jenis cake, bolu, waffle, pancake, martabak manis, dan brownies.
Contoh Pasaran: Segitiga Biru.
Tepung Terigu Protein Rendah (Soft Flour): Tepung ini memiliki kadar protein paling sedikit, yaitu sekitar 6-8%. Rendahnya protein berarti minim pembentukan gluten, sehingga hasil akhirnya sangat renyah, rapuh, dan tidak kenyal.
Penggunaan: Kue kering (cookies), biskuit, nastar, gorengan (agar renyah), dan chiffon cake yang sangat lembut.
Contoh Pasaran: Kunci Biru.

Memahami perbedaan antara tepung terigu secara umum dan tepung roti secara spesifik adalah langkah awal untuk sukses di dapur. Jika Anda ingin membuat roti yang mengembang indah dan berserat, pastikan Anda mengambil tepung terigu protein tinggi (tepung roti). Namun, jika Anda ingin membuat kue kering yang renyah, pilihlah varian protein rendah. Ketepatan memilih bahan adalah rahasia di balik kelezatan setiap gigitan kue dan roti Anda.







