Sports
Melawan Rasa Sakit, Riska Amelia Agustina Sumbang Perak Balap Sepeda di Thailand
SEMARANG (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Kabar membanggakan datang dari kontingen Indonesia di ajang SEA Games Thailand 2025. Atlet balap sepeda putri, Riska Amelia Agustina, berhasil menunjukkan semangat juang luar biasa dengan sukses menyabet medali perak pada nomor downhill putri. Perlombaan yang berlangsung di trek menantang Khao Kheow Open Zoo, Chonburi, pada Rabu (10/12) ini menjadi saksi atas ketangguhan Riska dalam menghadapi persaingan regional.
Pencapaian Riska ini semakin istimewa dan layak mendapat pujian tinggi mengingat kondisi fisiknya sebelum dan selama perlombaan. Dalam sebuah pengakuan yang dikutip dari Antara, Riska mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami musibah kecelakaan serius saat sesi latihan. Cedera yang dialaminya tergolong signifikan, yaitu pada bagian tulang rusuk.
“Dari latihan pertama saya crash dan cedera tulang rusuk, tapi saya tahan. Lalu pagi tadi saat pemanasan saya crash lagi,” tutur Riska. Kecelakaan berulang ini tentu menimbulkan tekanan mental dan fisik yang luar biasa besar bagi seorang atlet yang berkompetisi di level internasional. Namun, ia menekankan pentingnya manajemen emosi dan fokus dalam menghadapi momen krusial tersebut. “Tekanannya cukup besar, tapi saya berusaha tetap tenang dan tidak memikirkan apa pun,” tambahnya, menunjukkan mental baja yang dimilikinya.
Meskipun harus berlaga sambil menahan rasa sakit dan tekanan, Riska mampu tampil prima dan mencatatkan waktu impresif, yaitu 3 menit 04,874 detik, yang mengantarkannya meraih posisi kedua. Medali perak Riska ini sekaligus melengkapi prestasi yang telah diukir oleh rekan senegaranya, Rendy Varera, yang juga sukses meraih medali perak di nomor downhill putra pada hari yang sama. Keberhasilan ganda ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta kekuatan balap sepeda downhill di Asia Tenggara.
Riska Amelia Agustina menyatakan rasa syukurnya atas hasil yang telah diraih, meskipun ia mengakui bahwa ia belum berhasil mengamankan medali emas. Bagi Riska, capaian ini memiliki makna ganda. “Ini SEA Games pertama untuk saya. Saya bersyukur dengan hasil ini meskipun belum meraih podium pertama,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa medali perak adalah batu loncatan yang berharga bagi kariernya yang baru dimulai di level multievent regional.
Persaingan di nomor women’s downhill SEA Games tahun ini memang berlangsung sangat ketat. Sembilan pembalap Mountain Bike (MTB) terbaik dari berbagai negara Asia Tenggara saling adu kecepatan dan keterampilan teknis di lintasan. Medali emas akhirnya berhasil direbut oleh atlet tuan rumah dari Thailand, Vipavee Deekaballes, yang membukukan waktu sedikit lebih cepat dengan catatan 3 menit 3,289 detik. Sementara itu, medali perunggu juga menjadi milik Thailand melalui penampilan Ritthidet Kanokrat, yang mencatatkan waktu 3 menit 6,778 detik. Keunggulan Thailand di nomor ini menegaskan dominasi mereka di trek Chonburi.
Sebagai penutup, Riska menegaskan bahwa medali perak perdananya di SEA Games ini ia persembahkan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tiada henti dalam perjuangannya. “Saya persembahkan medali ini untuk semua yang mendukung saya,” pungkas Riska, menunjukkan apresiasi yang mendalam terhadap tim, pelatih, keluarga, dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah memotivasi penampilannya. Prestasi ini menjadi inspirasi tentang bagaimana semangat dan kegigihan dapat mengatasi hambatan fisik terbesar sekalipun.