Nasional

Megawati Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno di Bali, Koster Tegaskan Bukan Agenda Politik

Published

on

Semarang (usmnews) – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menghadiri acara penutupan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar di Sanur, Bali. Kehadiran Megawati menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang selama sebulan terakhir diisi dengan berbagai agenda bertema kebangsaan, kebudayaan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali yang juga Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa penyelenggaraan Bulan Bung Karno bukan merupakan ajang politik maupun sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, seluruh rangkaian acara disusun sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran dan nilai-nilai perjuangan Soekarno yang hingga kini masih relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Koster menjelaskan bahwa penutupan Bulan Bung Karno merupakan momentum refleksi sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa kader-kader PDI Perjuangan di Bali tetap berupaya mengimplementasikan ajaran Bung Karno melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Ia menyebut semangat tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, seniman, hingga komunitas budaya.

Selama pelaksanaan Bulan Bung Karno 2026, berbagai perlombaan dan kegiatan digelar untuk memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mengembangkan potensi daerah. Kegiatan tersebut mencakup lomba seni budaya, kompetisi olahraga rakyat, pengembangan produk lokal seperti kopi dan Arak Bali, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Ribuan peserta dari seluruh Bali turut ambil bagian dalam rangkaian acara tersebut sehingga penyelenggaraannya tidak hanya berorientasi pada internal partai, tetapi juga melibatkan masyarakat luas.

Koster juga menekankan bahwa tema Bulan Bung Karno tahun ini, “Setialah Kepada Sumbermu”, mengandung pesan agar seluruh kader tetap berpijak pada kepercayaan rakyat sebagai sumber utama kekuatan. Menurutnya, sebuah organisasi hanya akan terus hidup apabila mampu mendengarkan aspirasi masyarakat, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan.

Acara penutupan berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas Bali serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba yang telah digelar selama Bulan Bung Karno. Sebelum memasuki ruang utama acara, Megawati juga meninjau sejumlah stan pameran yang menampilkan produk UMKM, kuliner lokal, hasil karya kreatif, serta dokumentasi berbagai kegiatan sepanjang peringatan Bulan Bung Karno.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, panitia berharap nilai-nilai Pancasila, semangat nasionalisme, serta ajaran Bung Karno dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penutupan Bulan Bung Karno di Bali pun menjadi simbol berakhirnya rangkaian peringatan sepanjang Juni yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan pemikiran Sang Proklamator.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version