Sports
Mariana Utara & Brunei Tersingkir dari Kualifikasi Piala Asia U-23

Jakarta (usmnews) – Dua tim harus angkat kaki lebih awal dari ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 setelah menelan dua kekalahan telak dan kebobolan lebih dari 20 gol. Kepulauan Mariana Utara dan Brunei Darussalam menjadi tim dengan catatan kebobolan terburuk sejauh ini.
Kebobolan Parah, Mariana Utara dan Brunei Gagal Total
Timnas U-23 Kepulauan Mariana Utara membuka kualifikasi dengan kekalahan besar 0-14 dari Australia. Pada pertandingan kedua, mereka kembali gagal menunjukkan perlawanan dan tumbang 0-10 dari China, sehingga total kebobolan mereka mencapai 24 gol dalam dua laga.
Sementara itu, Brunei U-23 juga mencatat hasil serupa. Mereka takluk 0-13 dari China di laga pembuka, lalu kembali menelan kekalahan 0-10 saat melawan Bahrain. Total, Brunei kebobolan 23 gol dalam dua pertandingan.
Tim Lain Juga Alami Kekalahan Telak
Selain Mariana Utara dan Brunei, beberapa tim lain juga mencatat jumlah kebobolan yang tinggi meski belum tersingkir secara resmi. Berikut data sementara:
- Guam: Kebobolan 19 gol
- Bhutan: Kebobolan 13 gol
- Mongolia: Kebobolan 13 gol
Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan kualitas antar tim nasional di kawasan Asia masih cukup lebar, terutama antara tim unggulan dan tim yang belum berkembang secara kompetitif.
Format Kualifikasi Piala Asia U-23
AFC menetapkan bahwa hanya 15 tim yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23. Dari jumlah tersebut, 11 tim merupakan juara grup dan 4 sisanya berasal dari peringkat kedua terbaik di masing-masing grup.
Kegagalan Mariana Utara dan Brunei menjadi pengingat bahwa kompetisi di level Asia membutuhkan persiapan matang dan peningkatan kualitas dari negara-negara peserta. Sementara itu, tim-tim unggulan terus menunjukkan dominasinya dalam perburuan tiket ke putaran final.







