Nasional
Manifestasi Spiritual di Pusat Pemerintahan Baru
Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Pelaksanaan salat Tarawih pertama di Masjid Negara IKN pada Rabu malam menandai babak baru dalam kehidupan sosial-keagamaan di ibu kota baru Indonesia. Masjid yang dikenal dengan desain arsitekturnya yang futuristik namun tetap sarat makna filosofis ini, dipenuhi oleh jemaah yang terdiri dari para pekerja konstruksi, staf otorita, hingga penduduk lokal yang telah bermukim di sekitar kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).
Suasana terasa sangat emosional karena setelah bertahun-tahun pembangunan fisik digencarkan, kini sisi spiritual kota ini mulai menampakkan wajahnya. Cahaya lampu yang berpendar lembut dari kubah masjid yang ikonik memberikan kontras yang indah dengan latar belakang hutan tropis dan gedung-gedung pemerintahan yang megah, menciptakan atmosfer yang tenang sekaligus megah.
Kehadiran Digital: Menghubungkan Nusantara
Salah satu hal yang paling menarik dari peristiwa ini adalah keputusan pemerintah dan pengelola masjid untuk menyiarkan seluruh rangkaian ibadah secara langsung melalui berbagai platform media sosial dan kanal televisi nasional. Siaran langsung ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan sebuah pesan simbolis bahwa IKN adalah milik seluruh rakyat Indonesia.
Melalui layar kaca dan gawai, masyarakat dari Sabang sampai Merauke dapat menyaksikan bagaimana saf-saf jemaah tersusun rapi di bawah struktur bangunan yang modern. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh imam pilihan bergema dengan jernih, membawa kedamaian bagi siapa saja yang mendengarkannya, meskipun terpaut jarak ribuan kilometer. Ini menunjukkan bahwa meskipun IKN adalah pusat administrasi yang canggih, nilai-nilai ketuhanan tetap menjadi fondasi utamanya.
Antusiasme Jemaah dan Harapan Baru
Meskipun kota ini masih dalam tahap pengembangan di beberapa sisi, antusiasme jemaah yang hadir tidak surut. Keamanan di sekitar lokasi diperketat namun tetap ramah, memastikan ibadah berjalan tanpa gangguan. Terlihat keragaman wajah jemaah yang mencerminkan semangat “Nusantara”, orang-orang dari berbagai suku yang kini bekerja bahu-membahu membangun masa depan Indonesia.
Dalam ceramah singkat sebelum salat dimulai, ditekankan bahwa Ramadan di IKN tahun ini adalah momentum untuk memperkuat persatuan dan tekad dalam membangun peradaban baru. Masjid ini bukan hanya bangunan beton dan baja, melainkan ruang terbuka bagi siapa saja untuk mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota masa depan yang berkelanjutan.