Connect with us

Nasional

Mandat Baru Bahlil Lahadalia: Menjadi Ujung Tombak Swasembada Energi Nasional

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Pada Kamis pagi, 29 Januari 2026, peta kebijakan energi Indonesia memasuki babak baru yang lebih agresif. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi menerima tanggung jawab strategis tambahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah upacara pelantikan yang khidmat di Istana Negara, Jakarta, Bahlil dikukuhkan sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN). Penunjukan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan sinyal kuat bahwa pemerintah sedang mengonsolidasikan kekuatan penuh untuk mengejar target ambisius tahun ini: kemandirian energi. Tanggung Jawab di Pundak “Sang Tsar Energi”Dengan jabatan baru ini, posisi Bahlil semakin sentral dalam kabinet Merah Putih. Sebagai Ketua Harian DEN, ia kini memegang kendali operasional atas perumusan dan pelaksanaan kebijakan energi lintas sektoral, mendampingi Presiden yang menjabat sebagai Ketua DEN.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa penunjukan langsung oleh Presiden ini didasari oleh urgensi target swasembada energi yang telah ditetapkan sebagai prioritas utama pemerintah pada tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memangkas birokrasi dan memastikan eksekusi kebijakan energi berjalan satu komando, terintegrasi antara kementerian teknis dan dewan strategis. Misi Berat: Memerangi Ketergantungan Impor, Dalam pernyataan perdananya pasca-pelantikan, Bahlil langsung menyoroti “penyakit kronis” sektor energi Indonesia yang menjadi fokus utamanya: ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan, di mana Indonesia saat ini masih harus mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM setiap tahunnya, baik jenis bensin (gasoline) maupun solar (gasoil), untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Target kita jelas, kemandirian energi. Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada impor yang membebani neraca perdagangan dan ketahanan nasional. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap namun pasti menuju swasembada penuh,” tegas Bahlil. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa di bawah kepemimpinannya, DEN akan mendorong kebijakan yang lebih proteksionis terhadap sumber daya domestik dan agresif dalam pengembangan energi alternatif. Konteks Politik dan Tantangan Masa Depan. Pelantikan ini juga melibatkan 16 anggota DEN lainnya, termasuk unsur dari akademisi dan praktisi, serta Menteri Pendidikan Tinggi (Mendikti), yang menunjukkan pendekatan holistik pemerintah—melibatkan riset dan teknologi dalam strategi energi. Di sisi lain, jabatan baru ini menambah daftar panjang portofolio Bahlil yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Di tengah dinamika internal partai—termasuk kabar mundurnya Adies Kadir dari kepengurusan Golkar yang sempat mencuat di hari yang sama—kepercayaan Presiden Prabowo memberikan mandat Ketua Harian DEN kepada Bahlil menegaskan posisi politiknya yang sangat kuat di lingkaran istana. Publik kini menanti apakah konsolidasi kekuasaan di sektor energi ini mampu benar-benar melepaskan Indonesia dari jerat impor BBM, atau hanya akan menjadi pergeseran struktur tanpa perubahan substansial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *