Nasional
Langkah Konkret Pemkab Situbondo: Tembok Penyangga Ombak Segera Dibangun Demi Akhiri Siklus Banjir Rob di Desa Jangkar
Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Masyarakat pesisir di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang kecemasan setiap kali cuaca ekstrem melanda. Fenomena banjir rob, yang merupakan perpaduan antara naiknya permukaan air laut akibat pasang dan curah hujan tinggi, telah menjadi tamu tak diundang yang rutin menyambangi permukiman mereka. Ketika air mulai masuk ke dalam rumah, warga sering kali hanya bisa pasrah sembari melakukan upaya seadanya untuk menghalau laju air, sebuah rutinitas melelahkan yang terus berulang tanpa solusi permanen. Merespons keluhan menahun ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo akhirnya mengambil langkah tegas. Wakil Bupati Situbondo, Ulfiah, dalam kunjungannya pada Rabu (14/1/2026), menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera membangun infrastruktur pelindung pantai.
Solusi teknis yang dipilih adalah pembangunan tembok penyangga ombak di sepanjang perairan Desa Jangkar. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya mitigasi bencana, mengingat prediksi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah tersebut. Prioritas Infrastruktur di Atas Bantuan Konsumtif. Dalam dialog langsung antara Wakil Bupati dan warga setempat, terungkap sebuah fakta menarik mengenai prioritas kebutuhan masyarakat. Alih-alih meminta bantuan logistik atau sembako yang bersifat sementara, warga Desa Jangkar justru mendesak pemerintah untuk memberikan solusi jangka panjang. Mereka meminta penyelesaian masalah secara fundamental agar banjir rob tidak lagi menghantui kehidupan mereka. Ulfiah menjelaskan bahwa pembangunan tembok penyangga ini akan dieksekusi secepat mungkin.
Mengingat urgensinya yang mendesak—terutama karena prediksi Badan Meteorologi yang memperkirakan hujan lebat dan cuaca ekstrem akan terus berlangsung dari Januari hingga Maret 2026—proyek ini tidak bisa ditunda. Skema Pendanaan dan Pelaksanaan. Untuk mempercepat realisasi proyek fisik ini, Pemkab Situbondo akan menggunakan pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Penggunaan dana darurat ini dinilai tepat sasaran karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan hidup warga yang terancam bencana alam. Secara teknis, pengerjaan proyek ini akan melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai eksekutor utama di lapangan. Harapannya, minimal ada struktur penyangga awal yang mampu menahan air laut agar tidak langsung menerobos masuk ke dalam rumah warga.
Kesaksian Warga Terdampak. Urgensi pembangunan ini dikuatkan oleh kesaksian Ahmad Rofi’i (29), salah seorang warga Desa Jangkar yang telah lama merasakan dampak buruk banjir rob. Menurut Rofi’i, banjir biasanya terjadi ketika hujan deras mengguyur selama lebih dari satu jam. Kombinasi air hujan yang tak tertampung dan air laut yang pasang membuat permukiman tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.Bagi Rofi’i dan keluarganya, serta ratusan warga lainnya, janji pembangunan tembok penyangga ombak ini adalah secercah harapan. Mereka berharap intervensi pemerintah kali ini benar-benar tuntas, sehingga siklus banjir tahunan yang merusak perabot dan mengganggu aktivitas ekonomi warga dapat segera diakhiri.