Nasional

Pemprov Jateng Salurkan 181 Kursi Roda Adaptif bagi Penyandang Disabilitas

Published

on

Semarang (usmnews) – Raut wajah bahagia memancar terang dari raut para orang tua. Mereka menyaksikan anak-anak mereka menduduki fasilitas kursi roda adaptif berwarna biru cerah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sengaja merancang perangkat mobilitas khusus ini bagi penyandang disabilitas. Petugas kesehatan merakit langsung alat mobilitas tersebut menyesuaikan postur tubuh setiap penggunanya. Oleh karena itu, bantuan fasilitas nyata ini membawa angin segar bagi para keluarga. Mereka kini mampu merawat buah hati kesayangan mereka secara jauh lebih optimal.

Selanjutnya, Sulistyowati sebagai penerima manfaat menyampaikan perasaannya terkait kursi roda adaptif tersebut. Dia selalu menyatakan fasilitas tersebut bukan sekadar alat bantu mobilitas biasa harian. Namun, perangkat penyangga ini mampu menopang tubuh anaknya secara jauh lebih baik.

“Saya berharap tulang anak saya bisa perlahan tumbuh menjadi jauh lebih lurus. Dia memang sangat membutuhkan perangkat pendukung mobilitas seperti fasilitas mutakhir ini,” kata Sulistyowati.

Kemudian, ibu hebat ini merasa bahagia ketika sang anak menerima perangkat penyangga itu. Teknisi merakit fasilitas tersebut berdasarkan hasil pengukuran anatomi presisi tubuh seorang pasien. Akibatnya, alat tersebut memudahkannya saat mendampingi sang anak menjalani aktivitas hidup harian.

“Semoga pihak pemerintah makin rajin menyalurkan program kepedulian serupa pada masa depan. Dengan demikian, warga berkebutuhan khusus pasti meraih berbagai manfaat sangat luar biasa,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Menyapa Langsung Para Penyandang Disabilitas

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri kegiatan bakti sosial yang sangat meriah. Beliau meluangkan waktu berharga untuk menyapa para penerima manfaat satu per satu. Selain itu, Gubernur memberikan pesan khusus kepada segenap orang tua sangat hebat. Beliau meminta para keluarga selalu bersabar saat mendampingi anak-anak istimewa tersebut.

“Bapak dan ibu harus selalu bersikap sabar serta berjiwa sangat tangguh. Tuhan menitipkan anak istimewa ini agar kita mengasuh mereka sepenuh hati sejati. Saya menyadari tugas mulia ini sungguh tidak pernah berjalan sangat mudah selamanya. Bahkan, saya juga pernah melewati pengalaman serupa saat mengasuh putra kesayangan saya. Saya terus merawat buah hati hingga usianya menapaki dua puluh tahun sekarang. Semoga bantuan perangkat gerak ini mendatangkan manfaat besar bagi aktivitas hidup harian,” tuturnya.

Pentingnya Memberikan Hak Setara bagi Penyandang Kebutuhan Khusus

Oleh karena itu, Luthfi menegaskan pentingnya mewujudkan perlakuan serta akses sangat setara. Masyarakat luas wajib memberikan peluang adil bagi seluruh warga penyandang disabilitas fisik. Melalui bentuk dukungan nyata, kelompok ini pasti menumbuhkan rasa percaya diri optimal. Akibatnya, mereka mampu mengembangkan segenap potensi diri mereka secara jauh lebih leluasa.

“Tuhan tidak pernah menciptakan manusia dengan kondisi fisik yang persis sama rupanya. Oleh karena itu, kita harus memperlakukan warga istimewa secara adil setiap saat. Selanjutnya, kelompok ini pasti merasa jauh lebih mandiri serta berjiwa sangat berdaya. Mereka juga semakin berani menghadapi berbagai rintangan kehidupan dunia pada setiap harinya,” katanya.

Sebagai pelengkap informasi, jajaran pemerintah menyelenggarakan kegiatan peduli ini demi momen bersejarah. Panitia pelaksana merancang bakti sosial guna menyambut perayaan ulang tahun kemerdekaan negara. Bahkan, mereka sekaligus merayakan hari jadi provinsi Jawa Tengah kedelapan puluh satu.

Proses Penyesuaian Alat Penunjang Mobilitas Sesuai Kondisi Pasien

Pemerintah secara total mendistribusikan seratus delapan puluh satu unit alat penunjang mobilitas. Sebagian besar fasilitas beroda ini menjangkau penduduk berbagai kawasan kabupaten pantai utara. Kepala Dinas Sosial tingkat provinsi, Imam Maskur, turut menyampaikan prosedur penyaluran bantuan. Dia menegaskan petugas tidak langsung menyerahkan unit perangkat mobilitas kepada keluarga pasien. Sebaliknya, setiap pasien harus menjalani prosedur pengukuran serta perakitan kerangka terlebih dahulu. Teknisi ahli langsung menyesuaikan setiap bagian penyangga agar pas memeluk kerangka penggunanya.

“Kami hari ini memfokuskan agenda pada proses pengukuran serta perakitan fasilitas gerak. Kami mendedikasikan kegiatan bermakna ini bagi para saudara kita yang menyandang disabilitas,” jelasnya.

Sebagian besar anak penerima manfaat mengidap penyakit kelumpuhan otak sejak dari lahir. Oleh karena itu, mereka selalu membutuhkan alat penyangga tubuh secara amat spesifik. Perangkat mobilitas baru ini sangat memudahkan rutinitas mereka saat belajar maupun makan. Kemudian, mereka bisa keluar rumah untuk berinteraksi membaur bersama lingkungan tanpa hambatan.

Pemerintah juga menjalin kolaborasi bersama dua lembaga nirlaba tingkat internasional sangat bergengsi. Yayasan kemanusiaan Bali dan organisasi amal Australia turut memastikan kelancaran program sosial. Kedua organisasi besar ini menerjunkan tenaga ahli guna mengukur anatomi tubuh pasien. Selain itu, pemerintah turut membagikan sarana penyangga tangan dan juga kaki palsu. Pihak penyelenggara mendata warga sekitar bersama kader posyandu wilayah desa setiap bulannya. Melalui proses pencarian ini, petugas berhasil menemukan anak-anak penderita kelemahan otot parah. Selanjutnya, dinas kesehatan wilayah setempat berjanji meneruskan program pendampingan medis secara berkelanjutan. Para terapis rajin mengedukasi segenap orang tua mengenai metode peregangan otot rutin. Akhirnya, semua keluarga penerima manfaat langsung membawa pulang bingkisan bahan kebutuhan pokok.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please enable JavaScript to complete the security verification.

Trending

Exit mobile version