Nasional

Tegang! 22 Korban Selamat Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin

Published

on

Semarang (usmnews) – Korban Selamat Virgo Transport 8 kembali berhasil dievakuasi ke daratan di tengah gelombang tinggi yang menyelimuti perairan Laut Jawa. Sebanyak 22 Korban Selamat Virgo Transport 8 akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Penumpang Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Selasa (15/9/2026). Kedatangan puluhan penyintas ini membuahkan haru setelah mereka sempat tertahan di tengah lautan akibat terkendala cuaca buruk serta tingginya gelombang air laut selama proses penyelamatan.

Keberhasilan evakuasi 22 penumpang tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi Search and Rescue (SAR) hari ketiga yang dipandu oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama unsur gabungan. Hingga berita ini ditayangkan, tim SAR mencatat sebanyak 129 penumpang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Operasi penyisiran secara intensif terus dilakukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk melacak keberadaan para korban yang tersisa.

Proses Panjang Evakuasi 22 Korban Selamat Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Upaya membawa 22 penyintas menuju daratan Banjarmasin membutuhkan proses yang panjang dan bertahap. Para korban ini awalnya ditemukan serta ditampung oleh armada kapal nelayan KM Cahaya Bahari Jaya sesaat setelah musibah tenggelamnya Virgo Transport 8 terjadi di perairan Laut Jawa. Namun, karena kondisi gelombang laut yang sangat ganas, pelayaran KM Cahaya Bahari Jaya menuju daratan mengalami hambatan yang signifikan sehingga proses penanganan berjalan lambat.

Guna mempercepat proses penanganan medis, tim penyelamat gabungan memutuskan melakukan skema pemindahan kargo manusia (ship-to-ship transfer). Dari KM Cahaya Bahari Jaya, para korban dipindahkan menggunakan perahu kecil menuju kapal perang KRI Nala milik TNI Angkatan Laut. Namun, karena ukuran fisik KRI Nala yang terlalu besar, kapal perang tersebut tidak dapat bersandar langsung di Dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sehingga pengangkutan ke daratan harus dibantu kembali oleh armada perahu penjemput.

Hingga memasuki hari ketiga operasi SAR ini, data resmi Basarnas mencatat akumulasi korban yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 114 orang. Dari keseluruhan korban yang terevakuasi tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara enam orang penumpang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan data manifes resmi kapal Virgo Transport 8, total penumpang dan kru kapal tercatat sebanyak 243 orang. Dengan total 114 orang yang sudah dievakuasi, tim SAR gabungan masih memikul tugas besar untuk menyisir perairan demi menemukan 129 orang korban yang hingga kini masih berstatus hilang.

Evaluasi Operasi Penyelamatan Hari Kedua dan Penanganan Medis

Pada operasi SAR hari kedua yang berlangsung pada Senin (14/9/2026), proses evakuasi juga dilakukan secara dramatis dari sejumlah kapal yang sempat menampung korban selamat maupun jenazah. Salah satunya adalah armada TugboatTrans Coal Pacific (TCP) yang melaporkan telah membawa enam orang korban musibah kapal tenggelam tersebut.

Di atas kapal Tugboat TCP, petugas mencatat terdapat satu orang korban selamat dan lima orang penumpang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi darurat via udara menggunakan helikopter kemudian dikerahkan pada Senin untuk memindahkan satu korban selamat dan satu jenazah dari kapal tersebut.

Baca Juga: Mencekam! Evakuasi Korban Kapal Virgo Transport 8

Korban selamat yang dievakuasi melalui jalur udara tersebut diketahui bernama Mia Melinda (28 tahun), seorang perempuan asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Setelah diangkat dari lokasi operasi SAR di tengah laut, Mia segera dirujuk menuju Rumah Sakit Lanud Syamsudin Noor di Banjarbaru untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Sementara itu, jenazah korban yang dievakuasi dari Tugboat TCP langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan untuk proses identifikasi medis secara ilmiah. Penyerahan ini menambah jumlah jenazah yang diproses DVI menjadi dua orang, setelah sebelumnya satu jenazah lainnya tiba di Pelabuhan Trisakti melalui TB Mauhau pada Senin pagi.

Hambatan Cuaca dan Rencana Operasi Penyelamatan Bawah Laut

Di samping mengoptimalkan penyisiran di permukaan air, Tim SAR gabungan sebenarnya telah merancang dan menyiapkan skenario operasi penyelamatan bawah laut (underwater SAR operation). Operasi penyelaman ini ditujukan untuk menyelam ke titik bangkai kapal guna menjangkau kemungkinan adanya korban yang masih terperangkap di dalam kabin atau lambung kapal Virgo Transport 8.

Namun, rencana penyelaman teknis tersebut terpaksa ditunda lantaran kondisi cuaca di lokasi kejadian yang belum bersahabat. Gelombang tinggi serta arus bawah laut yang deras dinilai sangat membahayakan keselamatan para penyelam Basarnas dan TNI AL.

Kepala Basarnas, Moh. Syafii, mengonfirmasi secara langsung bahwa tim penyelam yang telah disiagakan belum diizinkan turun ke dasar laut demi keselamatan operasional.

“Tidak memungkinkan sehingga teman-teman yang sudah kita siapkan hari ini belum bisa kita turunkan karena memang kondisi cuaca,” jelas Moh. Syafii saat memberikan keterangan pers mengenai perkembangan operasi.

Syafii menambahkan bahwa untuk menyiasati hambatan cuaca ekstrem tersebut, tim SAR menyepakati bahwa pencarian pada 15 September 2026 dilanjutkan dengan memaksimalkan jangkauan patroli di permukaan air dan pemantauan dari udara.

“Pencarian kami maksimalkan di permukaan air dan udara dengan pola yang sama dengan memperhatikan kondisi cuaca,” pungkas Syafii. Seluruh unsur SAR yang terlibat berjanji akan terus bersiap menunggu celah cuaca membaik demi mengerahkan tim penyelam ke dasar laut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please enable JavaScript to complete the security verification.

Trending

Exit mobile version