Business

Kolaborasi Strategis: BSI dan FEB UNG Perkuat Wawasan Ekonomi Islam Global

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip Merdeka.com Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Gorontalo dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah mengukuhkan sinergi strategis mereka melalui penyelenggaraan sebuah kuliah umum yang fokus pada isu-isu terkini dan prospek Ekonomi Islam di kancah global. Kegiatan akademik-industri ini, yang merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, bertujuan utama untuk memperkaya pemahaman, wawasan, dan kompetensi mahasiswa serta praktisi di sektor keuangan syariah.

Narasumber utama yang dihadirkan dalam acara bergengsi ini adalah Dr. Luqyan Tamaeni, Head of BSI Institute. Beliau membawakan materi dengan tema yang sangat relevan dan mendalam, yaitu ‘Ekonomi Islam dalam Lanskap Global: Isu Terkini, Arah Kebijakan dan Strategi’. Tema ini secara eksplisit menunjukkan komitmen kedua institusi untuk membahas tantangan dan peluang sistem ekonomi syariah di tengah pusaran perubahan global.

Dinamika Global dan Tantangan Industri Keuangan Syariah​. Dalam paparannya, Dr. Luqyan Tamaeni mengelaborasi secara rinci mengenai isu-isu krusial yang saat ini membentuk dan memengaruhi sistem Ekonomi Islam. Salah satu poin utama yang disoroti adalah dampak masif perkembangan teknologi finansial (tekfin). Dr. Luqyan menekankan bahwa inovasi digital telah mengubah secara fundamental cara kerja industri keuangan syariah, yang pada gilirannya menuntut adaptasi dan respons cepat dari para pelaku industri agar tetap kompetitif dan relevan di pasar global.

Selain faktor teknologi, dinamika lain yang tidak kalah signifikan adalah perubahan geopolitik global dan arah kebijakan ekonomi dunia. Faktor-faktor eksternal ini, baik di tingkat regional maupun internasional, membawa tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan sistem ekonomi berbasis syariah. Dr. Luqyan menegaskan bahwa pemahaman mendalam tentang korelasi antara isu-isu ini sangat vital sebagai landasan dalam merumuskan strategi pengembangan Ekonomi Islam yang efektif dan adaptif di masa depan. Beliau secara tegas menyebutkan, “Tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi finansial, dinamika geopolitik, serta perubahan arah kebijakan ekonomi dunia turut mempengaruhi sistem ekonomi berbasis syariah.”

Peran Akademisi dalam Menyiapkan Generasi Kompeten​. Dari pihak UNG, apresiasi tinggi disampaikan oleh Profesor Abdul Hafidz Olii, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG. Beliau menyoroti bahwa tema kuliah umum ini sangat tepat waktu dan relevan, terutama dalam konteks upaya penguatan wawasan mahasiswa untuk menghadapi kompleksitas tantangan globalisasi dan digitalisasi yang tak terhindarkan. Profesor Hafidz Olii menekankan pentingnya proses pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan berorientasi pada praktik dunia kerja. Menurutnya, materi yang disajikan oleh BSI berperan besar dalam memperkaya pemahaman mahasiswa terkait arah kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi syariah.

Senada dengan itu, Dr. Raflin Hinelo, Dekan FEB UNG, menggarisbawahi bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret fakultas dalam menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik nyata di dunia industri, khususnya perbankan syariah. Melalui kolaborasi ini, FEB UNG berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman komprehensif dan aplikatif mengenai praktik Ekonomi Islam. Harapannya adalah para lulusan akan menjadi individu yang kompeten, siap berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Kolaborasi semacam ini menjadi fondasi penting untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memahami dinamika industri keuangan syariah global.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version