Connect with us

Business

Kisah Kebangkitan Heddy Pamungkas Mengembangkan Angkringan dengan Dukungan KUR BRI

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Kehilangan pekerjaan sering kali menjadi pukulan berat bagi banyak orang, namun bagi Heddy Pamungkas, warga Karang Kebon Utara, Semarang, hal tersebut justru menjadi titik balik untuk memulai babak baru dalam hidupnya. Tidak ingin larut dalam kekecewaan pasca berhenti bekerja, Heddy memutuskan untuk banting setir menjadi wirausahawan. Ia memilih untuk membuka usaha kuliner khas yang sangat akrab dengan lidah masyarakat, yakni angkringan, yang ia beri nama “Angkringan Moses”.

‎Keputusan Heddy untuk terjun ke dunia kuliner pinggir jalan ini didasari oleh pengamatannya terhadap minat masyarakat yang tinggi akan angkringan sebagai tempat bersosialisasi sekaligus makan murah. Meskipun demikian, perjalanan membangun usaha ini tidaklah mulus. Berjualan di pinggir jalan raya memiliki dinamika tersendiri. Heddy harus menghadapi tantangan alam seperti cuaca hujan yang bisa datang tiba-tiba, hingga faktor keamanan dan gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di sekitar lokasi berjualan.

‎Selain tantangan operasional, Heddy juga dihadapkan pada fluktuasi jumlah pelanggan. Ia menyadari bahwa ramainya arus lalu lintas di depan lapaknya tidak serta-merta menjamin banyaknya pembeli yang mampir. Kendati demikian, Heddy menemukan peluang emas dari lokasi usahanya yang strategis karena berdekatan dengan sebuah hotel. Hal ini memungkinkannya untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, tidak hanya warga lokal tetapi juga tamu-tamu hotel. Heddy mensyukuri bahwa meskipun ada pasang surut, arus pelanggan baru terus berdatangan sehingga penjualan hariannya tetap berjalan lancar.

‎Peran Krusial KUR BRI dalam Pengembangan Usaha

‎Seiring berjalannya waktu, Heddy menyadari bahwa untuk menjaga keberlangsungan dan mengembangkan usahanya, ia membutuhkan modal tambahan guna memenuhi berbagai kebutuhan operasional yang mendesak. Berdasarkan saran dari tetangganya, Heddy kemudian memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

‎Langkah ini terbukti sangat tepat. Heddy berhasil mendapatkan suntikan dana sebesar Rp15 juta. Ia sangat terkesan dengan proses pengajuan yang cepat, tidak berbelit-belit, dan yang paling penting, tidak memerlukan jaminan tambahan—sebuah fitur yang sangat meringankan beban pedagang kecil seperti dirinya. Dana tersebut sepenuhnya ia alokasikan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas Angkringan Moses.

‎Pengalaman positif ini mengubah pandangan Heddy dan lingkungannya terhadap pinjaman perbankan. Ia kini aktif meyakinkan rekan-rekan sesama pedagang yang sebelumnya ragu, bahwa KUR BRI adalah solusi nyata dan aman untuk membantu permodalan usaha kecil.

‎Dukungan Berkelanjutan bagi Ekonomi Kerakyatan

‎Menanggapi kisah inspiratif ini, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan kembali komitmen perusahaan dalam mendukung sektor ekonomi produktif. Menurutnya, akses permodalan yang mudah melalui KUR dirancang khusus untuk memberdayakan pelaku usaha mikro agar dapat “naik kelas”.

‎Dhanny menyoroti bahwa kisah Angkringan Moses adalah bukti nyata bagaimana instrumen keuangan yang tepat dapat membantu masyarakat tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing ekonomi di daerah. BRI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui dukungan finansial yang inklusif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *