Sports
Kim Pan Gon Resmi Latih Selangor FC Setelah Tinggalkan Ulsan HD

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Publik sepak bola Malaysia kembali dikejutkan dengan kepulangan sosok pelatih fenomenal asal Korea Selatan, Kim Pan Gon. Setelah sempat meninggalkan Negeri Jiran pada pertengahan 2024, pelatih berusia 56 tahun ini resmi kembali menginjakkan kaki di Malaysia, namun kali ini dengan peran yang berbeda. Bukan sebagai pelatih tim nasional, melainkan sebagai juru taktik baru bagi klub raksasa, Selangor FC.
Pengumuman resmi mengenai penunjukan Kim Pan Gon dirilis oleh manajemen klub pada Senin malam (5/1/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil Selangor FC tak lama setelah Kim Pan Gon menyelesaikan tugasnya—setelah didepak—dari klub lamanya di Korea Selatan, Ulsan HD.
Perombakan Strategis di Tubuh Gergasi Merah

Kedatangan Kim Pan Gon memicu pergeseran struktur kepelatihan di tubuh Selangor FC. Ia didatangkan untuk mengisi kursi pelatih kepala (head coach) tim utama, posisi yang sebelumnya dipegang oleh Christophe Gamel sebagai pelatih interim.
Manajemen Selangor FC tidak membuang Gamel begitu saja. Pria asal Prancis tersebut kini mendapatkan mandat baru dengan naik jabatan menjadi Direktur Teknik klub. Manajemen “Gergasi Merah” (julukan Selangor FC) menaruh harapan besar di pundak Kim Pan Gon.
”Dengan pengalaman luas dan rekam jejak yang mengesankan dari Pan Gon, klub yakin bahwa ia akan menjalankan tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala tim utama Red Giants dengan sukses dan membawa Selangor mengukir prestasi lebih tinggi,” tulis pernyataan resmi klub yang dikutip dari The Star Online.
Memori Manis Bersama Harimau Malaya
Nama Kim Pan Gon sudah sangat lekat di hati pencinta sepak bola Malaysia. Sebelumnya, ia pernah menukangi Timnas Malaysia (Harimau Malaya) selama kurang lebih dua tahun dengan prestasi yang membanggakan.
Salah satu tinta emas yang ia torehkan adalah keberhasilannya membawa Malaysia lolos ke putaran final Piala Asia 2024 secara merit. Pencapaian ini sangat historis karena menjadi kali pertama Malaysia lolos ke ajang tersebut sejak tahun 1980 (selain saat menjadi tuan rumah).
Tak hanya itu, performa Malaysia di bawah asuhannya di fase grup Piala Asia juga menuai pujian, terutama saat mereka berhasil menahan imbang raksasa Asia, Korea Selatan, dengan skor dramatis 3-3. Namun, kebersamaan tersebut berakhir ketika Kim Pan Gon memutuskan mundur secara mengejutkan pada 16 Juli 2024, keputusan yang kala itu diumumkan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Koneksi dengan Indonesia dan Tantangan di Asia
Selangor FC sendiri bukanlah klub yang asing bagi penggemar sepak bola di Indonesia. Klub ini memiliki sejarah panjang hubungan emosional dengan pemain-pemain bintang Tanah Air. Nama-nama besar seperti Bambang Pamungkas, Elie Aiboy, Andik Vermansah, Evan Dimas, hingga Ilham Udin Armaiyn pernah menjadi idola di klub yang bermarkas di Shah Alam tersebut.
Tugas berat kini menanti Kim Pan Gon, terutama dalam memperbaiki performa tim di kancah kontinental. Pada musim ini, Selangor FC berkompetisi di ajang AFC Champions League Two dan tergabung dalam satu grup dengan wakil Indonesia, Persib Bandung.
Rekor pertemuan terakhir Selangor melawan Persib Bandung kurang memuaskan, di mana mereka harus menelan dua kali kekalahan, masing-masing dengan skor 0-2 dan 2-3. Kedatangan Kim Pan Gon diharapkan dapat membawa perubahan taktik dan mentalitas juara untuk mengangkat kembali performa Selangor FC, baik di liga domestik maupun kompetisi Asia.







