Education
keratosis pilaris kulit ayam yang Sering Dikira Merinding
Semarang (usmnews)- Halo sobat manis! Tentu saja, kita sering melihat atau bahkan memiliki bintik-bintik kecil bertekstur kasar di kulit. Selanjutnya, kamu wajib berkenalan dengan kondisi medis bernama keratosis pilaris atau kulit ayam. Faktanya, kondisi ini terjadi akibat penumpukan protein keratin yang berlebihan. Protein tersebut kemudian menyumbat folikel rambut di kulitmu. Pastinya, kondisi ini murni merupakan faktor genetik atau keturunan. Namun, kamu tidak perlu khawatir berlebihan. Singkatnya, kondisi kulit ini sangat umum dan sama sekali tidak berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulannya, ini hanyalah variasi karakteristik kulit normal yang tidak perlu kamu takuti.
Julukan Unik Keratosis Pilaris Hingga Sering Dikira Jerawat Pipi
Pertama, mari kita bahas julukannya yang sangat unik di masyarakat. Tentu saja, masyarakat global menyebut kondisi ini dengan istilah chicken skin. Sebab, tampilan bintik-bintik kecilnya sangat mirip kulit unggas setelah bulunya dicabut. Namun, banyak orang Indonesia sering keliru mengiranya sebagai reaksi merinding permanen. Lebih lanjut, keratosis pilaris kulit ayam juga sering muncul di area wajah, terutama pipi. Akibatnya, orang sering salah paham dan mengiranya sebagai jerawat bedak atau bruntusan. Pastinya, kamu tidak boleh mencoba memencet bintik kasar tersebut. Ternyata, tindakan sembarangan itu justru memicu infeksi dan meninggalkan noda hitam yang membandel.
Kabar Baik Soal Usia dan Lokasi Munculnya Bintik
Berikutnya, kondisi kulit ini paling sering memuncak saat masa anak-anak hingga remaja. Bahkan, tingkat kejadiannya mencapai delapan puluh persen pada usia muda. Namun, ada kabar baik bagi pemilik kulit ayam ini. Ternyata, bintik-bintik kasar ini sering kali memudar secara alami seiring bertambahnya usia. Faktanya, keratosis pilaris kulit ayam bisa hilang sepenuhnya tanpa obat saat seseorang memasuki usia 30-an. Selain itu, kondisi ini memiliki batasan lokasi yang sangat unik. Pastinya, bintik ini membutuhkan folikel rambut untuk bisa terbentuk. Oleh karena itu, bagian tubuh yang tidak memiliki rambut seperti telapak tangan dan telapak kaki dijamin bebas dari kondisi ini.
Sensitif Terhadap Cuaca dan Cara Merawatnya
Selanjutnya, kondisi ini ternyata memiliki “alergi” terhadap cuaca tertentu. Faktanya, tekstur bintik-bintik kasar sangat sensitif terhadap tingkat kelembapan udara. Di lingkungan yang kering atau ber-AC, sumbatan keratin pada keratosis pilaris kulit ayam akan mengeras. Akibatnya, kulit akan terasa semakin kasar dan mengganggu penampilan. Sebaliknya, bintik ini cenderung melunak dan membaik secara alami saat musim panas yang lembap. Kemudian, ingatlah bahwa kondisi ini murni faktor keturunan dan bukan penyakit. Dengan demikian, kamu tidak akan menularkannya kepada orang lain melalui sentuhan fisik. Jika kamu ingin mengurangi tekstur kasarnya, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Singkatnya, dokter mungkin akan meresepkan losion dengan kandungan eksfoliator lembut untuk menghaluskan kulit manismu.