Nasional
Kerahkan Drone Thermal, Tim SAR Cari Korban Terjepit Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Secara Menyeluruh

Sidoarjo (usmnews) – Dikutip dari Kumparan.com Tim SAR gabungan terus berupaya keras mengevakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam operasi pencarian yang intensif ini, tim SAR harus berhadapan dengan kompleksitas material bangunan yang runtuh, sehingga mereka mengandalkan penggunaan teknologi canggih, termasuk drone thermal, untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi proses pencarian korban. Penggunaan alat berteknologi tinggi ini menjadi kunci untuk mendeteksi lokasi dan kondisi korban yang masih tertimbun material.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa langkah inovatif ini diambil untuk memaksimalkan peluang menemukan korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia. “Kita menggunakan teknologi untuk mendeteksi… Mulai dari alat-alat detektor sampai kita menggunakan drone thermal,” ujar Mohammad Syafii di posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Rabu (1/10). Ia menambahkan bahwa sistem drone thermal ini bekerja efektif berdasarkan pendeteksian suhu tubuh manusia yang melaksanakan aktivitas, menjadikannya alat vital dalam kondisi reruntuhan, di mana pencarian secara manual sangat sulit dan berisiko.

Syafii juga memberikan klarifikasi mengenai kebijakan ketat clear area (area steril) di sekitar lokasi kejadian, yang melarang sejumlah orang, termasuk media, untuk mendekat. Ia menegaskan, kebijakan ini murni bersifat teknis dan profesional, bukan untuk menutupi informasi. Alasan utamanya adalah agar alat-alat detektor sensitif tersebut, seperti drone thermal, dapat bekerja dengan maksimal tanpa adanya gangguan. “Kalau di situ banyak orang alat-alat ini tidak akan pernah bisa bekerja dengan baik,” tegasnya, menjelaskan perlunya mengosongkan area dari kepadatan personel agar pembacaan suhu dan deteksi berjalan akurat dan tidak menimbulkan false positive.

Meskipun membatasi akses di lokasi, Basarnas menjamin penuh transparansi informasi kepada publik. Syafii berkomitmen bahwa timnya akan bekerja secara profesional dan menyampaikan perkembangan operasi secara berkala. Informasi terkini akan diumumkan melalui press release di kantor pusat Basarnas dan disampaikan oleh SMC (Sar Mission Coordinator) di lokasi paling tidak setiap dua hari sekali, memastikan masyarakat dan media terus mendapatkan pembaruan yang kredibel mengenai operasi pencarian dan penyelamatan yang krusial ini.







