Entertainment
Keputusan Mengejutkan! Olivia Yacé Mundur dari Miss Universe Africa Demi Harga Diri

Semarang(Usmnews)– Dikutip dari kompas.com Dunia kontes kecantikan internasional dikejutkan oleh keputusan tegas yang diambil oleh perwakilan Pantai Gading (Côte d’Ivoire), Olivia Manuela Yacé. Pasca perhelatan Miss Universe 2025 yang berlangsung di Bangkok, Olivia secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari gelar Miss Universe Africa and Oceania. Pengumuman mengejutkan ini disampaikannya melalui sebuah pernyataan tertulis yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada hari Senin, 24 November 2025.
Langkah berani ini bukanlah keputusan impulsif, melainkan sebuah manifestasi dari keteguhan Olivia dalam memegang prinsip hidup. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pengunduran diri ini, termasuk pemutusan segala bentuk afiliasi masa depan dengan Komite Miss Universe, dilakukan demi menjaga keselarasan dengan nilai-nilai fundamental yang ia yakini. Bagi Olivia, partisipasinya di ajang tersebut telah membuktikan bahwa ia mampu mencapai hal-hal besar di tengah kesulitan. Namun, untuk terus melangkah maju, ia merasa harus tetap setia pada pilar-pilar utamanya, yaitu: rasa hormat (respect), martabat (dignity), keunggulan (excellence), dan kesetaraan kesempatan (equal opportunity).

Alasan Utama: Peran yang “Dikerdilkan”
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam surat terbuka Olivia adalah pandangannya mengenai posisi yang ditawarkan kepadanya. Ia secara eksplisit menyebutkan bahwa peran sebagai Miss Universe Africa & Oceania saat ini telah “diminimalisasi” atau dikerdilkan (diminished role). Kondisi ini dinilainya tidak lagi sejalan dengan visi besarnya untuk memberikan dampak yang signifikan.
Olivia merasa bahwa bertahan dalam posisi yang dianggapnya tidak memberikan ruang maksimal bagi potensi dirinya justru akan mengkhianati komitmennya terhadap keunggulan. Dengan melepaskan gelar tersebut, ia merasa akan lebih leluasa mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk membela nilai-nilai yang ia junjung tinggi tanpa terikat oleh batasan birokrasi atau peran yang dianggapnya tidak representatif.
Pesan Kuat untuk Komunitas Kulit Hitam dan Generasi Muda
Di balik pengunduran dirinya, terselip pesan pemberdayaan yang sangat kuat. Misi terbesar Olivia tetap tidak berubah: menjadi panutan (role model) bagi generasi baru, khususnya para gadis muda. Ia menyerukan kepada komunitas Kulit Hitam, Afrika, Karibia, Amerika, dan keturunan Afrika di seluruh dunia untuk tidak gentar.
Ia mendorong mereka untuk berani mendobrak batasan dan memasuki ruang-ruang di mana kehadiran mereka mungkin tidak diharapkan. “Jangan biarkan siapa pun membatasi potensi kita. Kehadiran kita penting dan suara kita harus didengar,” tegasnya. Olivia ingin membuka jalan bagi saudara-saudari yang akan mengikutinya, memastikan bahwa identitas mereka dihargai dan tidak didefinisikan oleh orang lain.

Sportivitas dan Langkah Selanjutnya
Meskipun mengambil langkah mundur dari organisasi, Olivia tetap menunjukkan jiwa sportivitas dan keanggunan seorang ratu kecantikan. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada pemenang Miss Universe yang baru dan secara khusus mengirimkan doa serta kasih sayang bagi kesembuhan Miss Universe Jamaika yang sempat mengalami cedera.
Menutup pernyataannya dengan seruan “IT’S TIME FOR AFRICA,” Olivia menegaskan bahwa perjalanannya belum berakhir. Ia hanya memilih rute yang berbeda untuk melanjutkan advokasinya. Dengan hati penuh rasa syukur atas dukungan yang diterima, ia berjanji akan terus menginspirasi dan mengangkat derajat komunitasnya dengan determinasi yang sama, namun di luar bayang-bayang organisasi Miss Universe.







