Connect with us

Nasional

Kepulangan Terakhir Capt. Enggon: Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Pilot Smart Air di Ciputat

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNIndonesia.com Suasana duka yang mendalam menyelimuti kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, menyusul tibanya jenazah Captain Enggon, pilot senior dari maskapai Smart Air, di rumah duka pada Kamis petang, 12 Februari 2026. Kepulangan sang kapten ke kediamannya merupakan babak akhir dari operasi evakuasi yang dilakukan setelah insiden tragis yang menimpa pesawat yang dikemudikannya. Jenazah tiba dengan pengawalan ketat dan disambut oleh keluarga, kerabat, serta rekan sejawat yang telah menunggu sejak siang hari dengan perasaan terpukul.

Prosesi Kedatangan dan Penghormatan Terakhir

Mobil ambulans yang membawa peti jenazah Capt. Enggon tiba di rumah duka sekitar pukul 18.27 WIB. Begitu pintu ambulans dibuka, isak tangis keluarga langsung pecah, tak mampu membendung kesedihan atas kehilangan sosok yang dikenal sangat berdedikasi tersebut. Sejumlah rekan seprofesi dari maskapai Smart Air tampak hadir dengan mengenakan seragam dinas sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pilot yang dikenal memiliki jam terbang tinggi dan kepribadian yang hangat.

Pihak keluarga tampak sangat terpukul, namun tetap berusaha tegar dalam menyambut para pelayat yang terus berdatangan. Karangan bunga tanda belasungkawa dari berbagai tokoh penerbangan, otoritas bandara, hingga jajaran manajemen Smart Air berjejer rapi di sepanjang jalan menuju rumah duka, menandakan betapa besarnya rasa kehilangan yang dirasakan oleh industri penerbangan nasional atas kepergian beliau.

Kronologi Singkat dan Dedikasi Sang Pilot

Captain Enggon merupakan sosok kunci dalam operasional penerbangan perintis di wilayah-wilayah sulit di Indonesia. Insiden yang merenggut nyawanya terjadi saat ia tengah menjalankan tugas mulia mengantarkan logistik dan kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. Meskipun detail teknis penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dedikasi Capt. Enggon selama bertahun-tahun dalam melayani rute-rute ekstrem telah diakui oleh banyak pihak sebagai bentuk pengabdian yang luar biasa.

Rekan-rekan kerjanya mengenang almarhum sebagai instruktur dan pilot yang sangat disiplin namun tetap rendah hati. Baginya, menerbangkan pesawat di wilayah perintis bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Rencana Pemakaman

Menurut informasi dari pihak keluarga, jenazah almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka untuk memberikan kesempatan bagi kerabat jauh dan kolega yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Rencananya, prosesi pemakaman akan dilangsungkan pada esok hari di tempat pemakaman umum setempat. Sebelum dimakamkan, akan diadakan upacara pelepasan secara kekeluargaan dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Kepergian Capt. Enggon meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia penerbangan Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Smart Air. Tragedi ini kembali mengingatkan akan risiko tinggi yang dihadapi oleh para pilot perintis yang setiap harinya berjuang menembus medan berat demi melayani masyarakat di pelosok negeri. Selamat jalan, Captain Enggon, dedikasimu akan selalu dikenang dalam sejarah penerbangan tanah air.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *