Nasional

Puluhan Kreasi Unik dari Berbagai Negara Menyulut Antusiasme Ribuan Wisatawan di Pesisir Selatan

Published

on

Semarang (usmnews) – Langit Pantai Ketawang Indah mendadak penuh dengan warna-warni kreasi visual yang sangat memukau siang ini. Oleh karena itu, gelaran festival layang-layang purworejo tingkat nasional sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata penonton. Berbagai bentuk layangan unik berukuran raksasa tampak menari-nari indah di atas pesisir laut selatan Jawa. Namun, antusiasme warga tidak hanya bersumber dari keindahan desain objek terbang tradisional semata. Kehadiran puluhan delegasi pencinta hobi menerbangkan layangan dari penjuru dunia turut menambah kemeriahan pesta rakyat tersebut. Pemerintah daerah menggelar kompetisi bergengsi ini selama dua hari penuh secara meriah.

Daya Tarik Internasional dalam Festival Layang-Layang Purworejo

Ajang berskala nasional ini menarik minat para peserta dari berbagai belahan dunia seperti Jepang dan Prancis. Selain itu, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia tidak mau ketinggalan mengirimkan delegasi terbaik mereka. Salah seorang pemain kawakan asal Prancis bernama Frédérique sengaja menempuh perjalanan jauh demi meramaikan acara. Wanita berusia 65 tahun tersebut membawa koleksi tiup unik bermotif satwa laut dan darat. Oleh sebab itu, ramahnya penduduk lokal membuat dirinya langsung jatuh cinta pada atmosfer kebudayaan Indonesia.

Wanita yang telah menekuni hobi ini selama 30 tahun mempunyai agenda festival yang sangat padat setelah ini. Kemudian, ia akan melanjutkan petualangan budayanya menuju wilayah Yogyakarta serta beberapa kota besar di Malaysia. Kehadiran para pelayang mancanegara ini membuktikan bahwa hobi tradisional mampu menyatukan perbedaan latar belakang bangsa. Dengan demikian, interaksi lintas budaya terjalin secara natural melalui media benang dan angin di tepi pantai.

Pesona Layangan Naga Raksasa di Festival Layang-Layang Purworejo

Komunitas Pelangi Bantul ikut unjuk gigi dengan memboyong koleksi naga raksasa sepanjang 100 meter. Meskipun demikian, proses menerbangkan objek raksasa ini membutuhkan kerja sama tim yang solid serta pasokan angin kuat. Perwakilan komunitas menjelaskan bahwa pembuatan satu unit layangan memakan waktu hingga dua bulan penuh. Biaya produksi untuk motif yang paling rumit bisa menembus angka 20 juta rupiah. Selanjutnya, mereka memberi nama-nama unik seperti Cundamani dan Ligatra pada karya seni terbang ikonik tersebut. Tim sarat prestasi ini sukses menyajikan tontonan spektakuler bagi para pengunjung di area landasan pacu angin.

Masyarakat memadati seluruh area pasir pantai sambil mengabadikan momen langka menggunakan kamera ponsel pintar. Sebab, mereka bisa menyaksikan langsung bentuk unik seperti gerobak bakso hingga lilin Dinasti Ming mengudara bebas. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo menyatakan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 31 tim dari dalam dan luar negeri. Langkah ini menjadi strategi jitu pemerintah daerah dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Purworejo. Pihak juri membagi perlombaan ke dalam empat kategori utama yaitu tradisional, dua dimensi, tiga dimensi, serta train naga. Akhirnya, pergelaran festival layang-layang purworejo ditutup dengan pembagian plakat serta uang pembinaan bagi para pemenang kompetisi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version