Blog
Kemensos Gandeng SP2MI Atasi 4 Juta Anak Putus Sekolah
Semarang,(usmnews)-dikutip dari Liputan6.com Dalam agenda Silaturahmi Nasional (Silatnas) SP2MI 2026 yang berlangsung di Gedung Sasonobudoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Kamis (25/6/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan sebuah seruan krusial. Beliau mengajak Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) untuk terlibat aktif dalam mendeteksi, menjangkau, dan mendampingi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun yang rentan putus sekolah. Sinergi ini bertujuan untuk membuka akses pendidikan yang layak bagi anak-anak marjinal melalui program sekolah rakyat
Tantangan Besar: Lebih dari 4 Juta Anak Kehilangan Hak Belajar
Persoalan anak tidak sekolah (ATS) saat ini masih menjadi tantangan mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Gus Ipul memaparkan data bahwa ada lebih dari empat juta anak usia sekolah yang saat ini berada di luar sistem pendidikan. Angka tersebut mencakup mereka yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan, terpaksa berhenti di tengah jalan, hingga anak-anak yang berpotensi besar putus sekolah akibat himpitan ekonomi. Menanggapi situasi ini, Mensos memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan SP2MI yang telah memilih jalan hidup sebagai pejuang pendidikan di akar rumput.
Tiga Mandat Presiden Prabowo dan Strategi Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial saat ini bergerak berdasarkan tiga instruksi strategis yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu:
- Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
- Penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran.
- Penyelenggaraan program sekolah rakyat.
Gus Ipul menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama agar intervensi pemerintah tidak salah sasaran. Berbeda dengan institusi pendidikan formal pada umumnya, program Sekolah Rakyat dirancang tanpa sistem pendaftaran konvensional. Sekolah Rakyat mengedepankan sistem jemput bola atau penjangkauan langsung (outreach) ke lapangan. Target utamanya adalah menyisir anak-anak dari keluarga yang berada pada kategori Desil 1 dan Desil 2, yang mengindikasikan tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Sinergi Lintas Sektor dan Optimalisasi Pendamping PKH
Untuk memaksimalkan pencarian dan pemutakhiran data anak-anak tersebut, Kemensos berencana mengolaborasikan jaringan luar jaringan (luring) SP2MI dengan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Saat ini, Kemensos diperkuat oleh lebih dari 30.000 personel pendamping PKH yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Integrasi ini diharapkan mampu mempercepat penemuan anak-anak rentan untuk dimasukkan ke dalam basis data pendidikan yang valid. Lebih lanjut, Gus Ipul juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan berencana melakukan koordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, guna menyelaraskan program jaminan pendidikan ini.
Kesiapan SP2MI sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Merespons ajakan tersebut, Ketua Umum SP2MI, Amirudin, menyatakan kesiapan penuh lembaga yang dipimpinnya untuk menjadi mitra strategis Kementerian Sosial. SP2MI memiliki kesamaan visi karena para anggotanya—yang terdiri dari pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan PAUD swadaya dari 12 provinsi—telah lama berpengalaman mengelola pendidikan non-formal seperti Paket A, Paket B, dan Paket C. Ke depan, SP2MI berharap kemitraan ini dapat difokuskan pada penguatan aspek keterampilan (skill) dan pemberdayaan masyarakat, sehingga anak-anak yang terjaring tidak hanya mendapatkan ijazah setara, tetapi juga kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.