Education
Kemendikdasmen dan Google Gelar Pelatihan AI Gemini Academy Batch 5 untuk Guru
Semarang (usmnews) – Pelatihan AI Gemini Academy Batch 5 membawa kabar gembira bagi ratusan guru dan tenaga kependidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merangkul Google serta REFO Indonesia untuk menggelar program pendampingan teknologi terkini. Langkah strategis ini mempercepat transformasi digital di lingkungan sekolah secara inklusif.
Pengelola program membuka kesempatan emas ini khusus bagi pendidik di enam wilayah sasaran utama. Panitia menjadwalkan agenda besar ini pada Sabtu, 12 September 2026 mendatang secara daring. Peserta terpilih akan menerima pesan konfirmasi resmi melalui surat elektronik pada awal September.
Program Pelatihan AI Gemini Academy Batch 5 ini menyasar pendidik di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah Sulawesi. Perwakilan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyatakan, “Kami terus mendorong pendidik agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan demi meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.” Pihaknya optimistis bahwa penguasaan teknologi akan mempercepat pemerataan mutu pendidikan nasional.
Wilayah Sasaran Pelatihan AI Gemini Academy Batch 5
Para guru dari balai besar pendidikan di DI Yogyakarta dapat langsung mendaftarkan diri. Tenaga pendidik dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara juga mendapat jatah kuota. Selain itu, pendidik asal Sulawesi Tengah serta Sulawesi Barat bisa memanfaatkan peluang berharga ini. Pendidik dari wilayah lain dapat menunggu pembukaan program pada gelombang berikutnya.
Manfaat Utama Mengikuti Program
Peserta program akan memperoleh beragam keuntungan nyata selama masa pelatihan berlangsung. Guru bisa mengakses modul pembelajaran eksklusif untuk memperdalam pemahaman kecerdasan buatan secara mandiri. Panitia juga menyediakan sertifikat resmi 32 jam pelajaran bagi seluruh peserta yang konsisten.
Selain itu, peserta berkesempatan meraih sertifikasi internasional Gemini Educator langsung dari pihak Google. Kelulusan ujian internasional tersebut tentu memperkuat kredibilitas profesional para pendidik di tingkat global. Guru juga bisa memperluas jejaring kolaborasi bersama komunitas belajar yang tersebar di seluruh Indonesia.