Education
Kemendikbud Terus Kuatkan Ekosistem Inovasi di Pendidikan Vokasi
Jakarta (usmnews) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pendidikan vokasi, baik di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi, berfungsi sebagai platform penting untuk mendukung dan mengembangkan produk buatan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Nadiem Makarim dalam sambutannya secara virtual pada Seremoni Harvesting Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI/BBWI) X Vokasifest 2024 pada Jumat (26/7/2024).
Menurut Nadiem, penguatan pendidikan vokasi merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan rasa bangga terhadap produk-produk buatan Indonesia. “Dengan menguatkan pendidikan vokasi, kami turut menumbuhkan rasa bangga atas produk buatan Indonesia,” ujar Nadiem. Ia juga menambahkan bahwa banyak produk inovatif hasil karya peserta didik dan mahasiswa vokasi kini telah dimanfaatkan secara luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Kemendikbud Ristek, kata Nadiem, terus melakukan terobosan untuk memperkuat ekosistem inovasi di pendidikan vokasi. Salah satu terobosan tersebut adalah program SMK Pusat Keunggulan, yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1,7 juta peserta didik di seluruh Indonesia. Program ini memungkinkan siswa untuk melakukan praktik kerja lapangan di berbagai perusahaan kelas dunia dan mengikuti pembelajaran yang relevan melalui implementasi Kurikulum Merdeka.
Di jenjang pendidikan tinggi, mahasiswa vokasi juga diberikan kemerdekaan yang lebih luas untuk belajar di luar kampus melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mari terus lanjutkan Gernas BBI/BBWI dan gerakan memajukan pendidikan Indonesia,” ajak Nadiem.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Ristek, Kiki Yuliati, menambahkan bahwa Vokasifest 2024, yang merupakan acara tahunan, bertujuan untuk memperkenalkan pendidikan vokasi sebagai solusi terhadap berbagai tantangan dan persoalan di masyarakat. “Kami hadir di seluruh lini, bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan lulusan yang siap bekerja tetapi juga menjawab berbagai tantangan termasuk kewirausahaan,” ujar Kiki.
Kiki juga menjelaskan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi mitra bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang bersama. Melalui pengembangan riset terapan, insan vokasi mampu berkontribusi dan menyelesaikan masalah nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk UMKM.
Pendidikan vokasi, dengan berbagai inisiatif dan program yang ada, diharapkan dapat terus mendorong inovasi, memperluas peluang, dan menyelesaikan tantangan di masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.