Lifestyle

Keluyuran Saat Nyepi, Bule Amerika Serikat Ditangkap Pecalang

Published

on

Semarang (usmnews) – Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) bernama Karl Adolf Amrhein terpaksa berurusan dengan pihak berwajib di Bali. Pecalang Desa Adat Sukawati menangkap pria berusia 57 tahun tersebut karena nekat keluyuran saat Hari Raya Nyepi. Karl tertangkap basah sedang berjalan kaki di Jalan Raya Sukawati, Gianyar, pada Kamis pagi (19/3/2026). Ia dinilai melanggar aturan Catur Brata Penyepian yang melarang warga beraktivitas di luar rumah. Pecalang menghentikan aksinya sekitar pukul 07.15 Wita saat situasi Bali sedang dalam keheningan total.

Alasan Kehabisan Masa Menginap di Hotel Ubud

Awalnya, Karl sempat bungkam saat pecalang I Dewa Gede Sukadana menanyainya di lokasi kejadian. Namun, petugas akhirnya membawa Karl ke Mapolsek Sukawati untuk menjalani interogasi lebih lanjut. Di hadapan polisi, Karl mengaku terpaksa keluar dari hotelnya di kawasan Ubud karena masa menginapnya telah habis. Ia nekat berjalan kaki sambil membawa tas besar demi mencari penginapan baru di tengah pelaksanaan Nyepi. Kapolres Gianyar, AKBP Chandra Kesuma, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut Karl sempat merasa bingung mencari tempat tinggal sementara.

Baca juga : 6 Penculik WN Ukraina di Bali Ternyata WNA Berpaspor Ganda

Polisi Bantu Carikan Hotel Baru di Kawasan Sukawati

Meskipun melanggar aturan adat, pihak kepolisian tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada Karl. Polisi sempat menawarkan Karl untuk menginap sementara di Mapolsek Sukawati agar tidak melanggar kesucian Nyepi. Namun, Karl menolak tawaran tersebut dan tetap meminta bantuan untuk dicarikan hotel resmi. Petugas akhirnya memberikan rekomendasi hotel terdekat yang masih menerima tamu di wilayah Sukawati. Setelah menyepakati harga menginap, Karl akhirnya setuju dan kini telah berada di penginapan barunya hingga masa Nyepi berakhir.

Pentingnya Edukasi Aturan Nyepi Bagi Wisatawan Asing

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pelaku industri pariwisata untuk memberikan edukasi lebih ketat kepada tamu asing. Wisatawan harus memahami bahwa seluruh aktivitas luar ruangan berhenti total selama 24 jam penuh saat Nyepi. Pecalang dan aparat keamanan terus melakukan patroli rutin guna menjaga kekhusyukan umat Hindu dalam menjalankan ibadah. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali demi menjaga kerukunan dan rasa hormat terhadap adat istiadat setempat. Pihak imigrasi juga mengimbau agar pemilik hotel memastikan tamu mereka mematuhi protokol keamanan selama perayaan hari suci tersebut berlangsung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version