International

Kedubes Jepang: Pemerintahan Takaichi Diyakini Ingin Usulkan Kerja Sama Pertahanan Baru

Published

on

Semarang (usmnews) – dikutip dari ANTARA Kedutaan Besar Jepang di Indonesia telah mengindikasikan adanya potensi kuat bagi era baru kerja sama pertahanan antara kedua negara. Proyeksi ini muncul seiring dengan terbentuknya pemerintahan baru di Jepang yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi. Optimisme ini disampaikan langsung oleh Kuasa Usaha ad interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru.

​Saat berbicara dalam sebuah acara Resepsi Hari Pasukan Bela Diri Jepang di Jakarta, Selasa, Mitsuru menyatakan keyakinannya. Meskipun ia mengakui bahwa saat ini masih terlalu dini untuk memutuskan langkah-langkah konkret, ia merasa “yakin bahwa pemerintahan Takaichi yang baru ingin mengusulkan kerja sama pertahanan baru dengan Indonesia.”

​Mitsuru memaparkan pandangannya mengenai posisi krusial Indonesia di mata Jepang. Ia menegaskan bahwa Indonesia, yang memiliki karakter sebagai negara maritim serupa dengan Jepang, merupakan sebuah kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia tidak hanya berada di titik yang sangat strategis, tetapi juga merupakan mitra strategis komprehensif bagi Jepang, di mana kedua negara berbagi nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar yang sama.

​Pentingnya aliansi ini, menurut Mitsuru, semakin mendesak mengingat situasi keamanan regional yang kian hari kian kompleks. Dalam konteks ini, kolaborasi erat antara Tokyo dan Jakarta untuk bersama-sama memelihara perdamaian dan stabilitas menjadi semakin vital. Ia juga memberikan catatan khusus bahwa pertukaran di bidang pertahanan antar kedua negara telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.

​Untuk menguatkan pernyataannya, Mitsuru membeberkan sejumlah contoh nyata dari intensifikasi kerja sama pertahanan yang telah terjalin.

​Pertama, ia menyoroti dialog tingkat tinggi yang terus berlangsung. Ini dibuktikan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Jepang saat itu, Gen Nakatani, ke Indonesia untuk mengadakan pertemuan penting dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin. Selain itu, belum lama ini, tepatnya pada Sabtu (1/11), Menteri Pertahanan Jepang yang baru, Shinjiro Koizumi, juga telah bertemu dengan Menteri Sjafrie di Malaysia.

​Kedua, keterlibatan aktif militer Jepang dalam latihan gabungan. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) telah berpartisipasi dalam Super Garuda Shield, yang dikenal sebagai latihan gabungan multinasional terbesar yang diselenggarakan oleh Indonesia. Latihan yang digelar dari Agustus hingga September tahun ini menandai partisipasi keempat Jepang sejak tahun 2022.

​Mitsuru menekankan bahwa “sorotan terbesar” dari latihan tahun ini adalah pengerahan aset-aset strategis dari matra Laut (Pasukan Bela Diri Maritim) dan Udara (Pasukan Bela Diri Udara) Jepang. Secara spesifik, Kapal Angkut Osumi dan Pesawat Angkut C-130 turut dikerahkan untuk mendukung kesuksesan latihan, melengkapi partisipasi dari Pasukan Bela Diri Darat. Skala partisipasi Jepang pun tidak main-main, dengan total personel yang terlibat melebihi 600 orang.

​Terakhir, Kuasa Usaha yang baru satu bulan bertugas di Indonesia ini, juga menyoroti investasi jangka panjang dalam pertukaran sumber daya manusia. Salah satu program yang telah berjalan lama adalah pengiriman taruna TNI untuk menempuh pendidikan di National Defense Academy of Japan, yang telah dimulai sejak tahun 1998. Di jenjang yang lebih tinggi, ada pula personel militer Indonesia yang saat ini sedang melanjutkan studi program magister (S2) dan doktoral (S3) di National Institute of Defense Studies.

​Mitsuru menutup dengan menegaskan bahwa para perwira dan taruna ini adalah “salah satu pilar” utama dalam pengembangan hubungan bilateral. Mereka dipandang sebagai representasi generasi pemimpin masa depan. “Kami menantikan peran aktif mereka yang berkelanjutan sebagai jembatan hubungan pertahanan Jepang-Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version