Nasional

Kebakaran Lahan di Alun-Alun Suryakancana Gunung Gede Diduga Mengering

Published

on

Semarang (usmnews) – Peristiwa kebakaran lahan di Alun-alun Suryakancana Gunung Gede Pangrango mendadak mengejutkan para pendaki serta warga setempat. Kobaran api dengan cepat melahap hamparan padang rumput yang mengering pada Kamis sore. Berdasarkan video singkat yang beredar luas, lidah api tampak merembet mendekati area bukit. Tim relawan bersama puluhan warga kaki gunung langsung bergerak cepat menuju lokasi. Petugas serta masyarakat bergotong royong melakukan upaya pemadaman darurat demi mencegah kerusakan alam.

Awal mula insiden kebakaran lahan di Alun-alun Suryakancana ini terdeteksi sekitar pukul tiga sore WIB. Perwakilan Gede Pangrango Operation Dudan Darmawan memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini di lapangan. “Informasi kebakaran terjadi pukul 15.00 WIB. Yang terbakar lahan di kawasan barat Alun-alun Suryakancana, mendekati Gunung Gumuruh,” ujar Dudan Darmawan. Beliau menceritakan bahwa warga bertindak cepat mendaki gunung demi menyelamatkan kawasan konservasi.

Masyarakat lokal serta belasan relawan pantang menyerah menaklukkan kobaran api di ketinggian gunung. Perjuangan keras selama tiga jam menggunakan peralatan seadanya akhirnya membuahkan hasil manis. “Pemadaman dilakukan menggunakan rerumputan dan kain basah. Dalam tiga jam api berhasil dipadamkan,” kata Dudan Darmawan. Api berhasil padam sepenuhnya sebelum sempat meluas menuju kawasan hutan lindung lainnya.

Upaya Bersiaga Usai Kebakaran Lahan di Alun-alun Suryakancana

Meskipun kobaran api sudah padam, para relawan memilih tetap bertahan di lokasi kejadian. Dudan Darmawan menegaskan pentingnya pemantauan intensif guna mengantisipasi munculnya titik api baru di padang rumput. “Masih di lokasi, khawatir masih ada bara api yang memicu kembali kebakaran lahan,” kata Dudan Darmawan. Beliau menyampaikan bahwa pihaknya masih menghitung total luas area yang mengalami kerusakan. “Untuk luasannya dan penyebab kebakaran masih dicari tahu,” tambahnya.

Selain itu hembusan angin kencang di kawasan Alun-alun Suryakancana berpotensi menyalakan kembali sisa bara. Oleh karena itu kesiapsiagaan warga lokal menjadi kunci utama menjaga keselamatan ekosistem flora.

Pengawasan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Pihak otoritas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terus mengumpulkan data resmi dari lapangan. Humas Balai Besar Taman Nasional Agus Deni menyampaikan bahwa kementerian masih menunggu laporan. “Masih menunggu laporan lebih lanjut dari petugas,” kata Agus Deni. Pihak pengelola berjanji akan mengusut tuntas penyebab utama insiden kebakaran rumput ini.

Sementara itu para pendaki wajib meningkatkan kewaspadaan penuh saat beraktivitas di alam terbuka. Cuaca kering serta kelalaian manusia sering kali menjadi pemicu utama kebakaran di gunung. Oleh karena itu pengelola mengimbau pengunjung agar tidak menyalakan api sembarangan selama pendakian.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please enable JavaScript to complete the security verification.

Trending

Exit mobile version