Nasional

Kebakaran Hutan Gunung Cendoro, Akses Pendakian Ditutup Total

Published

on

Semarang (usmnews) – Peristiwa kebakaran hutan Gunung Cendoro memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur demi keselamatan masyarakat luas. Mereka resmi menghentikan seluruh aktivitas pendakian di gunung tersebut sejak hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tegas ini menyusul kobaran api hebat yang melanda kawasan lereng dalam beberapa hari terakhir. Pihak berwenang menerapkan penutupan rute ini di semua jalur resmi, baik via Mojokerto maupun Malang.

Langkah antisipasi tersebut memaksa petugas bersiaga penuh di setiap pintu masuk pos pendakian. Hal ini bertujuan untuk mencegah para pendaki yang nekat menerobos masuk ke area berbahaya. Petugas juga memantau jalur-jalur tikus yang sering menjadi rute ilegal para pendaki. Jika menemukan pelanggar, petugas akan langsung menindak tegas dan memaksa mereka turun demi keselamatan nyawa mereka sendiri.

Kronologi Kebakaran Hutan Gunung Cendoro

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, memberikan penjelasan resmi terkait situasi darurat ini di Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa medan yang ekstrem menjadi kendala utama dalam proses pemadaman api. Angin kencang juga membuat kobaran api cepat meluas ke vegetasi kering di sekitarnya. Oleh karena itu, pemerintah memilih opsi menutup total kawasan puncak daripada mengambil risiko tinggi.

“Untuk sementara ditutup tidak boleh ada pendakian,” ujar Jumadi dengan nada tegas pada Jumat, 17 Juli 2026. Beliau juga menambahkan bahwa keselamatan nyawa manusia merupakan prioritas paling utama saat ini. Jika ada orang yang nekat mendaki, mereka bisa terjebak di tengah kepungan asap dan api. “Jika pendaki memaksa tetap naik, dikhawatirkan bisa menjadi korban kebakaran. Maka sejak awal kami larang dan ditutup sementara, jangan ada pendakian,” lanjutnya.

Upaya Pemadaman dan Status Wisata Cangar

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berjibaku melokalisasi titik api di lereng gunung. Mereka menggunakan berbagai metode manual dan strategi khusus karena armada pemadam sulit mencapai lokasi. Pemerintah belum bisa memastikan kapan jalur pendakian ini akan kembali terbuka untuk umum. Semua keputusan masa depan bergantung penuh pada hasil evaluasi kondisi lapangan dan stabilitas cuaca.

Namun, masyarakat yang ingin berlibur ke kawasan sekitar tidak perlu merasa kecewa sepenuhnya. Destinasi wisata Air Panas Cangar yang berada di kaki gunung tetap beroperasi secara normal. Pengelola memastikan bahwa lokasi pemandian tersebut aman dari ancaman kebakaran hutan Gunung Cendoro yang sedang terjadi. Asap tebal juga tidak mengganggu area wisata karena arah angin bertiup menjauhi pusat keramaian.

“Masih tetap dibuka, jaraknya sangat jauh dari lokasi kebakaran, walau satu kawasan,” kata Jumadi menenangkan para wisatawan. Walaupun demikian, pihak pengelola wisata tetap mengimbau pengunjung untuk selalu waspada dan mematuhi arahan petugas. Petugas juga terus memantau pergerakan angin secara berkala demi menjamin keamanan seluruh pengunjung di sana.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version