Education
Kantong Teh Celup Lepaskan Partikel Plastik
Semarang (usmnews) – Di lansir dari kompas.com penelitian terbaru menunjukkan bahwa kantong teh celup dapat melepaskan miliaran partikel plastik ketika terkena air panas. Temuan tersebut muncul dari tinjauan terhadap 19 studi ilmiah yang meneliti keberadaan mikroplastik dan nanoplastik dalam minuman teh.
Para peneliti mengelompokkan partikel tersebut sebagai Microplastics and Nanoplastics (MNP). Mikroplastik memiliki ukuran sekitar satu mikrometer hingga lima milimeter, sedangkan nanoplastik berukuran lebih kecil dari satu mikrometer. Penelitian lengkap mengenai fenomena ini telah terbit dalam jurnal Food Chemistry.
Bentuk Kantong Teh Ternyata Tidak Selalu Bebas Plastik
Banyak konsumen menganggap kantong teh terbuat dari kertas sehingga aman digunakan. Namun kenyataannya, beberapa jenis kantong teh mengandung plastik. Kantong berbentuk piramida sering memakai jaring plastik, sedangkan jenis lain mencampurkan serat tanaman dengan bahan plastik.
Selain itu, beberapa kantong teh berbahan selulosa menggunakan lapisan polypropylene sebagai penyegel panas. Lapisan tersebut membantu menjaga sambungan kantong tetap rapat saat terkena air panas.
Bahkan produk dengan label ramah lingkungan atau mudah terurai tidak selalu bebas plastik. Dalam sejumlah pengujian, peneliti melarutkan bagian selulosa dari kantong teh dan masih menemukan sisa partikel plastik.
Jumlah Partikel Plastik Bisa Mencapai Miliaran
Salah satu eksperimen menunjukkan satu kantong teh plastik mampu melepaskan sekitar 14,7 miliar partikel kecil selama proses penyeduhan. Penelitian lain melaporkan angka sekitar 1,3 miliar partikel per kantong teh.
Peneliti juga menemukan pelepasan partikel dari kantong teh berbahan bioplastik PLA. Walaupun jumlahnya cenderung lebih rendah dibandingkan jaring plastik, partikel tersebut tetap muncul dalam air seduhan.
Perbedaan jumlah partikel yang terdeteksi muncul karena metode pengukuran tiap laboratorium tidak selalu sama. Filter dengan pori besar biasanya hanya menangkap potongan plastik yang lebih besar, sementara partikel sangat kecil dapat lolos dari penyaringan.
Plastik Juga Membawa Sisa Bahan Kimia
Masalah tidak berhenti pada partikel plastik saja. Industri plastik kerap menambahkan bahan kimia untuk meningkatkan kelenturan, warna, serta daya tahan produk. Sisa bahan tersebut terkadang masih tertinggal dalam material kemasan.
Beberapa penelitian menemukan senyawa terkait plastik dalam air teh, seperti bahan pengenyal, residu plastik, hingga senyawa bisfenol atau BPA. Air panas kemungkinan menarik zat tersebut dari kantong teh atau dari serpihan plastik yang pecah selama penyeduhan.
Para ilmuwan masih meneliti sumber pasti bahan kimia tersebut. Hingga kini, proses pelepasan zat itu masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan manusia.