Business
Kaltim-Kaltara Perkuat Kolaborasi Dorong Ekspor
Samarinda (usmnews) – Pemerintah Kaltim memperkuat kerja sama perdagangan dengan Kaltara untuk memasarkan produk lokal dan meningkatkan ekspor. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan Export Center Balikpapan membantu UMKM menjual produk ke 33 negara.
“Melalui Export Center Balikpapan, kami siap bersinergi dengan Kaltara untuk memperkuat perdagangan antar wilayah Kalimantan sekaligus mendukung pengembangan industri hijau dan ekonomi biru di Kaltara,” ujar Rudy usai menandatangani Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kaltara di Swiss-Belhotel Tarakan.
Rudy juga mengapresiasi pengembangan Kawasan Industri Hijau di Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kaltara. Ia yakin kawasan tersebut bisa menjadi mitra strategis dalam mengembangkan ekonomi hijau berbasis sumber daya berkelanjutan. Selain itu, potensi membangun ekosistem ekonomi perbatasan dengan komoditas unggulan lokal menjadi fokus utama kerja sama ini.
“Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk kehutanan, pertanian, dan perikanan. Kerja sama ini membuka peluang integrasi antara pusat produksi, kawasan industri, pasar lokal, hingga ekspor,” kata Rudy.
Ia menambahkan, program pemberdayaan UMKM perbatasan, peningkatan SDM lokal, dan teknologi digital akan memperluas akses pasar dan distribusi produk. Kaltara unggul dengan Beras Krayan premium, kelapa sawit, dan pohon Polonia yang menyerap karbon.
Rudy menyatakan produk Kaltara bisa gabung dengan produk Kalimantan lain dan ekspor lewat Balikpapan. Salah satu produk yang banyak peminatnya adalah keratom, dengan harga luar biasa hingga Rp98 juta per kilogram dalam bentuk serbuk.
Sektor ekonomi biru, Kaltara miliki potensi berlimpah dari kepiting, kerang, udang, dan berbagai hasil perikanan laut yang juga ada di Kaltim. Kolaborasi kedua daerah ini akan memperkuat perekonomian regional secara signifikan.
Gubernur Kaltim berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di perdagangan, tetapi juga berkembang ke sektor lingkungan hidup, pertanian, pendidikan, dan kebudayaan.
“Mari kita jadikan kesepakatan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas regional Kalimantan, yang tidak hanya menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur,” tutup Rudy.