Business

Kalsel Dorong Kerja Sama di Forum China-ASEAN

Published

on

Nanning (usmnews) – Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan RI, Miftah Farid, menyatakan Kalimantan Selatan berperan aktif dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan internasional sebagai ‘City of Charm’ Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam forum bisnis dan investasi di sela Pameran China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-22 di Nanning, China, pada 19 September.

Miftah menegaskan bahwa partisipasi Kalimantan Selatan menunjukkan tekad Indonesia membawa kekuatan daerah ke panggung global.

Forum Bisnis dan Investasi China (Guangxi)-Indonesia (Kalimantan Selatan) mengangkat tema “Memperdalam Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China-Indonesia, Bersama Memetakan Cetak Biru Pembangunan.” Forum ini bertujuan mempererat kerja sama ekonomi kedua negara, mendorong integrasi investasi lintas perbatasan antara Guangxi dan Kalimantan Selatan, serta memajukan rantai industri dan pasokan lintas batas.

Dalam forum tersebut, Liuzhou Vocational and Technical College menandatangani kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat di Tanah Bumbu, sementara Guangxi Kehong Pest Control Co., Ltd. menandatangani nota kesepahaman dengan CV Menata Citra Selaras dari Indonesia. Kerja sama ini membuka peluang baru di bidang pendidikan vokasi dan pengembangan pertanian.

Pelaku usaha China dan Indonesia membahas tren industri terbaru dan peluang kerja sama di energi baru, industri hijau, dan pertanian. Mereka melakukan diskusi intens untuk menggali potensi kolaborasi yang saling menguntungkan. Beberapa tahap awal kerja sama telah tercapai, termasuk pengolahan produk pertanian dan pengembangan rantai industri minyak sawit.

China tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Kedua negara terus memperdalam kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan. Kalimantan Selatan menawarkan prospek investasi luas di sektor energi terbarukan, ekonomi hijau, dan infrastruktur modern.

Pejabat Indonesia berharap Guangxi dan Kalimantan Selatan mewujudkan kerja sama nyata dari konsensus politik hasil kunjungan tinggi.

Yang Yanyan menyebut Guangxi pintu utama China ke ASEAN dan Kalsel pusat perdagangan Indonesia. Ia usulkan tiga langkah kerja sama: tolok ukur industri baru, tenaga platform, dan jalur darat-laut baru.

Andi Anzhar, Wakil Ketua Kadin RI, melihat potensi kerja sama luas Kalimantan Selatan dan Guangxi di pertanian, perkebunan, dan tambang. Ia berharap kedua pihak memperkuat pertukaran ekonomi dan perdagangan serta mendorong perusahaan Kalimantan Selatan untuk aktif di pasar internasional.

Forum Jadi Platform Kerja Sama China-Indonesia. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kepercayaan antar pengusaha muda kedua negara.

Forum ini gunakan Dewan Bisnis China-ASEAN dan Asosiasi Pengusaha Muda China untuk jalin komunikasi dan kerja sama pengusaha muda. Acara ini membantu memperluas keterhubungan pasar dan mengeksplorasi jalur baru kerja sama ekonomi di kawasan.

Miftah Farid menegaskan bahwa di tengah tantangan global saat ini, kemitraan strategis Indonesia-China menjadi semakin penting. Kerja sama inklusif dan berkelanjutan tingkatkan ketahanan, daya saing, dan potensi perdagangan kedua negara.

Sinergi Kementerian dan Mitra di Forum Bisnis China-ASEAN. Lebih dari 100 perwakilan pemerintah, asosiasi bisnis, dan perusahaan dari kedua negara hadir dalam acara tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version