Sports
Kalahkan De Minaur, Alcaraz Sebut Kemenangan Perdana ATP Finals Naikkan Kepercayaan Diri Signifikan

Petenis bintang asal Spanyol, Carlos Alcaraz, berhasil mengukir kemenangan krusial pada pertandingan pembuka ATP Finals 2025 dengan menundukkan Alex de Minaur pada Minggu (9/11) malam. Kemenangan ini bukan hanya sekadar raihan poin, melainkan momen penting yang secara signifikan meningkatkan kepercayaan dirinya, mengingat ia membutuhkan waktu tiga tahun penuh untuk mencatatkan kemenangan perdana di awal turnamen akhir musim bergengsi ini.
Mengutip pernyataannya pada hari Senin (10/11) dari ATP, juara Grand Slam enam kali itu menekankan nilai strategis dari hasil ini. “Membuka turnamen dengan kemenangan selalu menyenangkan, selalu bagus. Kemenangan benar-benar dapat meningkatkan kepercayaan diri secara signifikan untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Alcaraz.
Petenis berusia 22 tahun ini mengakui adanya tekanan dan sedikit kegugupan yang ia rasakan di awal pertandingan, sebuah perasaan yang wajar mengingat pentingnya laga pembuka di ajang sekelas ATP Finals. Namun, ia merasa puas karena berhasil mengakhiri rentetan kekalahan di laga pertama turnamen yang ia sebut sangat dipengaruhi oleh detail-detail kecil.
“Pada akhirnya, jika Anda memenangi pertandingan di sini, itu karena Anda bermain sangat baik, karena level Anda sangat tinggi,” kata Alcaraz. “Dan itu, dalam hal mengirimkan pesan kepada pemain lain dan bahkan kepada diri sendiri, sangat positif. Saya telah bermain di sini selama tiga tahun dan ini pertama kalinya saya memenangi pertandingan pertama, jadi saya senang dengan itu.”
Sebagai perbandingan, pada tahun debutnya di turnamen ini (2023), Alcaraz menelan kekalahan di pertandingan pertamanya dari Alexander Zverev. Nasib serupa ia alami pada tahun berikutnya ketika ia berhadapan dengan Casper Ruud di laga pembuka. Barulah pada tahun 2025 ini, Alcaraz berhasil melewati rintangan pembuka yang menantang melawan De Minaur, sebuah kemenangan yang ia rayakan dengan luapan kegembiraan.
Alcaraz juga memberikan analisis yang mendalam mengenai aspek teknis pertandingannya di Turin. Ia menyoroti perbedaan kondisi lapangan indoor di ATP Finals dengan turnamen sebelumnya di Paris, terutama dari segi kecepatan.
“Saya juga berpikir itu sedikit bergantung pada kecepatan lapangan. Di sini, semuanya jauh lebih cepat, tidak ada waktu untuk memutar atau melakukan topspin, jadi sudutnya tidak terbuka,” jelas Alcaraz. “Di Paris kami punya lebih banyak waktu bermain, dengan margin dan topspin yang lebih banyak.”
Ia menjelaskan bahwa kecepatan lapangan yang tinggi di Turin merupakan faktor utama yang memengaruhi jalannya pertandingan. “Servisnya tidak terlalu merusak permainan saya, ada lebih banyak reli dan poin yang lebih panjang, dan itu membuat potensi bola masuk lebih besar. Bolanya serupa, tetapi di sini yang merusak permainan adalah kecepatan lapangan,” tambahnya.
Meski demikian, petenis nomor dua dunia ini menunjukkan mentalitas seorang juara. Ia tidak berpuas diri dan bertekad untuk terus berkembang. “Saya akan berusaha terus memperbaiki hal-hal kecil yang tidak saya lakukan dengan baik hari ini. Saya merasa sangat termotivasi untuk pertandingan berikutnya,” ungkapnya, menunjukkan fokus yang tak tergoyahkan.
Ketika ditanya mengenai preferensinya, apakah ia lebih memilih memenangkan gelar di ATP Finals atau Piala Davis di Malaga bersama tim negaranya pada minggu berikutnya, Alcaraz memberikan jawaban yang mencerminkan ambisinya yang besar.
“Mengapa tidak keduanya? Saya rasa itulah pertanyaannya. Mengapa memilih salah satu jika Anda bisa memperjuangkan keduanya?” jawabnya dengan karakter yang khas. Ia menyatakan komitmennya untuk berjuang di kedua ajang tersebut, baik untuk ATP Finals yang merupakan puncak turnamen individu, maupun Piala Davis sebagai kehormatan membela Spanyol.
“Meskipun masih banyak tahun tersisa, saya juga akan memiliki banyak tahun untuk bermain di Piala Davis, karena ini turnamen tahunan. Semoga saya bisa mewakili Spanyol untuk tahun-tahun mendatang, tetapi kami akan mencoba memperjuangkan keduanya tahun ini, dan setiap tahun selama kami memiliki kesempatan,” tutup Alcaraz, menunjukkan semangat juang dan dedikasinya yang penuh di sisa musim ini.






