Sports
Jonatan Christie Pastikan Lolos ke BWF World Tour Finals 2025

Semarang(Usmnews)– Dikutip dari sindonews.com Kabar menggembirakan datang bagi dunia bulu tangkis Indonesia. Salah satu pilar utama di sektor tunggal putra, Jonatan Christie, telah secara resmi memastikan dirinya lolos ke ajang bergengsi penutup musim, BWF World Tour Finals 2025. Menariknya, kepastian ini diraih oleh atlet berusia 28 tahun itu tanpa harus mengeluarkan keringat di lapangan Kumamoto Masters 2025.
Jonatan sendiri memang memilih untuk tidak berpartisipasi dalam turnamen yang digelar di Jepang tersebut. Alhasil, ia praktis hanya “duduk manis” sambil memantau hasil para pesaingnya. Tiket emas menuju Hangzhou, China, itu akhirnya terkunci berkat hasil pertandingan pemain lain, yakni kekalahan yang diderita oleh Loh Kean Yew.

Pemain andalan Singapura tersebut, yang menjadi salah satu rival terdekat Jonatan dalam perburuan poin “Race to Hangzhou”, harus terhenti langkahnya di babak perempatfinal Kumamoto Masters 2025. Loh Kean Yew takluk di tangan wakil India, Lakshya Sen, dalam pertarungan dua gim langsung yang berakhir dengan skor 13-21 dan 17-21.
Kekalahan Loh Kean Yew tersebut secara otomatis mengamankan posisi Jonatan. Berdasarkan perhitungan matematis yang cermat, perolehan poin Jonatan sudah dipastikan aman dan tidak akan terlempar dari posisi delapan besar, yang merupakan syarat kualifikasi untuk BWF World Tour Finals. Saat ini, Jonatan Christie berada di peringkat keenam dalam ranking kualifikasi dengan koleksi 78.520 poin. Posisinya sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh para pemain di bawahnya, meskipun mereka meraih hasil maksimal di sisa turnamen.
Dengan demikian, Jonatan Christie menjadi wakil Indonesia kedua yang dipastikan akan berlaga di Hangzhou pada 17-21 Desember 2025 mendatang. Ia menyusul jejak ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani, yang telah lebih dahulu mengamankan tempat mereka.
Ada sebuah fenomena menarik dari kelolosan dua wakil Indonesia sejauh ini. Baik Jonatan Christie maupun pasangan Sabar/Reza, keduanya merupakan pemain yang berstatus profesional atau non-pelatnas. Fakta ini menunjukkan bahwa para pemain independen Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di level sirkuit dunia tertinggi dan sukses menembus turnamen elite akhir tahun.

Meskipun sudah dua wakil yang lolos, peluang Indonesia untuk menambah delegasi di BWF World Tour Finals 2025 masih terbuka. Setidaknya ada tiga wakil lagi yang masih berjuang hingga turnamen terakhir, Australia Open 2025, yang akan digelar pekan depan.
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani disebut memiliki peluang yang sangat besar untuk lolos. Sementara itu, di sektor ganda campuran, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu masih harus berjuang ekstra keras. Hal serupa juga dialami oleh ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan yang baru dibentuk pada pertengahan tahun ini juga dituntut untuk meraih hasil maksimal di Australia Open 2025 jika ingin menyusul Jonatan dan Sabar/Reza ke Hangzhou.







