Business
Jantung Energi Sumatera-Jawa, Peran Vital Stasiun Gas Pagardewa dalam Menjaga Keandalan Pasokan Nasional

Semarang (usmnews) – Dikutip dari economy.okezone.com Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali menyoroti pentingnya infrastruktur vital yang menjadi tulang punggung distribusi gas bumi di Indonesia. Stasiun Gas Pagardewa kini dikukuhkan sebagai simpul utama yang menjamin kelancaran aliran energi dalam sistem transmisi South Sumatera-West Java (SSWJ). Jalur pipa sepanjang 1.004 km ini bukan sekadar saluran, melainkan arteri kehidupan yang mengalirkan gas dari sumber di Sumatera hingga ke pusat-pusat konsumsi di Jawa bagian Barat.
Orkestrasi Teknologi dan Keandalan Operasional
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, pada Senin (5/1/2026), menekankan bahwa Stasiun Pagardewa memegang fungsi sentral sebagai pengatur “denyut nadi” gas bumi. Fasilitas ini bertugas mengendalikan tekanan dan kapasitas jaringan transmisi secara presisi.
Keandalan pasokan ke sektor-sektor krusial mulai dari pembangkit listrik, industri berat, hingga sektor komersial sangat bergantung pada optimalisasi tiga komponen utama di stasiun ini:
- Fasilitas Kompresor: Menjaga tekanan agar gas dapat menempuh jarak jauh.
- Sistem Metering: Memastikan akurasi pengukuran volume gas.
- Jumperline: Meningkatkan kapasitas simpanan gas dalam pipa (linepack).

Kombinasi ketiga elemen ini memastikan bahwa pasokan gas dari ladang di Sumatera dan Lampung dapat terdistribusi dengan stabil hingga ke Jawa bagian Barat tanpa hambatan berarti.
Transformasi Digital: Mata dan Telinga PGN
PGN tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga telah beralih ke pengelolaan berbasis teknologi canggih untuk menjaga integritas aset (asset integrity). Perusahaan menerapkan inspeksi berbasis risiko yang ketat serta mengadopsi digitalisasi secara menyeluruh.
Salah satu terobosan utamanya adalah penggunaan Integrated Monitoring Center (IMOC). Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi infrastruktur, data pelanggan, dan aktivitas niaga secara real-time. Hery menjelaskan bahwa digitalisasi ini adalah kunci efisiensi, memungkinkan manajemen mengambil keputusan operasional yang lebih cepat, tepat, dan terukur berdasarkan data aktual di lapangan.
Strategi G-A-S dan Visi Masa Depan
Komitmen PGN melampaui sekadar menjaga operasi harian. Perusahaan tengah gencar menjalankan strategi bisnis bertajuk G-A-S (Grow–Adapt–Step Out). Strategi ini dirancang untuk memperkuat fleksibilitas pasokan, tidak hanya bergantung pada gas pipa tetapi juga integrasi dengan Liquefied Natural Gas (LNG).

Beberapa proyek strategis yang masuk dalam radar pengembangan meliputi:
- Ekspansi jaringan gas rumah tangga (Jargas) untuk akses energi yang lebih luas.
- Pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) ruas Cikampek–Plumpang.
- Revitalisasi tangki LNG di Arun untuk memperkuat cadangan energi.
- Inovasi hijau melalui pembangunan fasilitas injection point untuk pengembangan biomethane.
Melalui pengelolaan Stasiun Gas Pagardewa yang prima dan eksekusi strategi G-A-S yang konsisten, PGN menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam menghadirkan energi yang bersih, aman, dan berkelanjutan bagi ketahanan energi Indonesia.







