Business
Investasi India di Jawa Tengah: J.K. Enterprises Bidik Sektor Pertanian dan Panel Surya
Semarang (usmtv) – Pemprov Jateng Sambut Ekspansi Investasi J.K. Enterprises Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan strategis dari investor terkemuka asal India, Anant Singhania. Pertemuan penting di Kantor Gubernur Jateng ini membahas rencana perluasan bisnis yang menjanjikan. J.K. Enterprises kini membidik sektor produk pertanian dan energi surya sebagai lini bisnis baru mereka. Langkah ekspansi tersebut memperkuat hubungan ekonomi yang telah terjalin lama antara kedua belah pihak.
Anant Singhania menjelaskan bahwa J.K. Enterprises telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 50 tahun. Perusahaan sukses memproduksi alat potong, perkakas tangan, kikir, hingga mata bor berkualitas tinggi. Namun, potensi besar Jawa Tengah mendorong mereka untuk segera merambah ke sektor-sektor baru yang strategis.
“Kami sedang melihat peluang pada produk-produk pertanian karena permintaannya besar, baik di pasar domestik maupun ekspor. Kami juga mempelajari produk lain seperti solar pumps dan solar products,” kata Anant.
Pihak investor belum merinci total nilai modal yang akan mereka kucurkan di Jawa Tengah. Anant menegaskan bahwa besaran investasi tersebut sepenuhnya bergantung pada respons pasar serta dinamika bisnis. Meskipun demikian, pihak perusahaan merasa sangat optimistis karena pemerintah daerah memberikan sambutan yang sangat hangat. Mereka memuji respons cepat Gubernur Ahmad Luthfi dalam mengatasi berbagai tantangan investasi di lapangan.
“Sangat proaktif memberikan arahan dan pendampingan. Kami benar-benar merasakan dukungan dari Gubernur,” ujarnya.
Komitmen Pemerintah Fasilitasi Kemudahan Izin Usaha
Merespons antusiasme tersebut, Ahmad Luthfi memastikan jajarannya akan memfasilitasi seluruh proses investasi dengan maksimal. Pemerintah provinsi siap membantu penyelesaian masalah melalui koordinasi intensif dengan kementerian terkait. Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng akan memberikan pendampingan penuh.
Kepala DPMPTSP Jateng Sakina Rosellasari berjanji mengawal penyelesaian kendala teknis yang dihadapi oleh pihak investor. Petugas akan memandu pelaku usaha menghadapi kendala sistem OSS dan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
“Ketika ada KBLI 2025 yang hilang saat sistem kementerian di-rollback, pelaku usaha bisa datang ke kami untuk kami lakukan pendampingan. Kami juga akan kontak ke kementerian,” kata Sakina.
Langkah proaktif ini membuktikan komitmen kuat Jawa Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Kehadiran J.K. Enterprises tentunya membawa angin segar bagi penyerapan tenaga kerja lokal di Jawa Tengah. Selanjutnya, kerja sama ini diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor hijau dan pertanian berkelanjutan.