Business
IHSG Crash Hari Ini: Masalah Data MSCI Bikin Investor Kabur

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNBC Indonesia guncangan hebat melanda pasar modal Indonesia pada Rabu (28/01/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 7,34 persen pada penutupan sesi pertama. Penurunan tajam ini seketika menghapus optimisme pasar di awal tahun
Aksi Jual Panik Menyeret Indeks
Gelombang penjualan saham secara masif menyeret IHSG turun 659 poin ke level 8.321,22. Volatilitas pasar bahkan sempat menekan indeks hingga minus 7,8 persen di titik terendahnya. Angka tersebut nyaris menyentuh batas otomatis penghentian perdagangan (trading halt) yang berlaku jika indeks turun 8 persen.
Warna merah mendominasi papan bursa hari ini. Statistik pasar menunjukkan 764 saham mengalami penurunan harga. Hanya 30 saham yang berhasil naik, sementara 10 saham lainnya bergerak stagnan.
Investor Asing Lepas Aset Besar-besaran
Pasar membukukan nilai transaksi yang fantastis, mencapai Rp 30,05 triliun hanya dalam satu sesi. Investor memperdagangkan 42,82 miliar lembar saham dalam 277 juta kali transaksi. Lonjakan volume ini menandakan para pemodal, terutama investor asing, melepas portofolio mereka secara agresif (panic selling).

MSCI Picu Keraguan Pasar
Analis menilai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi penyebab utama kejatuhan ini. MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia karena meragukan transparansi data saham publik (free float) yang otoritas bursa sajikan. Keraguan ini membuat investor global menarik dana mereka (capital outflow) karena menilai pasar Indonesia menyimpan risiko ketidakpastian data.

Pelaku Pasar Menanti Langkah Regulator
Kini, para pelaku pasar menanti langkah taktis Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK. Investor berharap regulator segera mengklarifikasi isu data tersebut kepada MSCI. Tanpa adanya perbaikan transparansi, sentimen negatif berpotensi terus menekan sesi perdagangan selanjutnya.







