Sports
“Hasil Akhir MotoGP 2025 Tunjukkan Ducati Unggul Telak di Peringkat Konstruktor dan Tim.”

Semarang (usmnews) dikutip dari cnnindonesia.com Dominasi Absolut Ducati di MotoGP 2025: Unggul di Sektor Konstruktor dan Tim Keperkasaan Ducati di arena MotoGP musim ini tergambar dengan sangat jelas, tidak hanya melalui performa individu pembalapnya, tetapi juga lewat supremasi mereka yang nyaris tak tertandingi di dua kategori krusial lainnya: klasemen konstruktor dan klasemen tim. Musim 2025 menjadi panggung di mana pabrikan asal Italia ini menunjukkan kekuatan rekayasa dan strategi tim yang mendominasi total kompetisi.
🏆 Kemenangan Pabrikan: Klasemen Konstruktor
Dalam pertarungan antar pabrikan motor, Ducati seolah bermain di liga yang berbeda. Di klasemen konstruktor, mereka bertengger kokoh di puncak dengan koleksi 768 poin. Angka ini menciptakan jurang pemisah yang sangat dalam dengan pesaing terdekat mereka, Aprilia, yang berada di peringkat kedua dengan 418 poin. Artinya, Ducati unggul telak dengan selisih 350 poin.

Posisi di bawah Aprilia ditempati oleh KTM (peringkat ketiga), diikuti oleh Honda (keempat) dan Yamaha (kelima).
Metodologi penghitungan poin untuk klasemen konstruktor ini sangat unik. Sebuah pabrikan hanya memperoleh poin dari satu pembalap terbaik mereka di setiap seri balapan (mencakup sprint race dan full race). Poin dari pembalap lain yang menggunakan motor pabrikan yang sama, sekalipun finis di posisi atas, tidak akan dihitung.
Sebagai ilustrasi, pada seri MotoGP Thailand 2025, Ducati sukses mengamankan 37 poin penuh. Poin tersebut seluruhnya disumbangkan oleh Marc Marquez yang berhasil memenangi sprint race dan full race.
Menariknya, poin konstruktor ini bisa saja berasal dari dua pembalap berbeda dari tim yang berbeda pula, asalkan mereka menggunakan motor dari pabrikan yang sama. Contohnya, pada MotoGP Spanyol 2025, Ducati tetap meraih 37 poin yang merupakan hasil kombinasi dari Alex Marquez (yang mungkin memenangi full race) dan Marc Marquez (yang memenangi sprint race).
🥇 Kemenangan Tim: Dominasi Tiga Besar
Situasi berbeda diterapkan dalam penghitungan klasemen tim, yang jumlahnya saat ini mencapai 11 tim. Dalam klasemen ini, penghitungan poin bersifat kumulatif; setiap tim mendapatkan poin total dari semua pembalap yang bernaung di bawah mereka di setiap seri.
Contoh nyata adalah perolehan poin Ducati Lenovo Team di MotoGP Thailand 2025. Tim pabrikan Ducati ini meraup total 60 poin dalam satu akhir pekan, yang merupakan akumulasi dari 37 poin milik Marc Marquez dan 23 poin yang dikumpulkan oleh rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
Di sinilah kekuatan superior Ducati terlihat semakin mengerikan. Tim pabrikan, Ducati Lenovo Team, memimpin klasemen dengan 835 poin. Namun, yang lebih mencengangkan, dua tim di bawahnya juga merupakan tim satelit Ducati.
Peringkat kedua dihuni oleh BK8 Gresini Racing MotoGP, yang diperkuat oleh Alex Marquez dan Fermin Aldeguer, dengan koleksi 681 poin. Menyusul di urutan ketiga adalah Pertamina Enduro VR46 Racing Team, yang juga disokong mesin Ducati, dengan 493 poin. Dominasi “tiga besar” oleh Ducati ini menunjukkan bahwa tim satelit mereka bahkan lebih kompetitif daripada tim pabrikan dari pabrikan lain seperti KTM (peringkat keempat) dan Aprilia (peringkat kelima).







