Education

Hari Lahan Basah Sedunia “2 Februari 2026”

Published

on

Semarang(usmnews) – Setiap 2 Februari, dunia bersatu memperingati Hari Lahan Basah Sedunia. Kita tidak boleh melihat momen ini sebagai seremoni belaka. Lahan basah—mulai dari rawa, sungai, hingga danau—adalah penyokong kehidupan yang bekerja tanpa henti. Ekosistem ini menyediakan air bersih, mengendalikan banjir, dan menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati. Tanpa lahan basah yang sehat, kita sedang mempertaruhkan ketersediaan air bersih untuk masa depan kita sendiri.

Indonesia Memegang Kunci Keamanan Iklim Global

Kita harus bangga sekaligus waspada, karena Indonesia adalah raksasa lahan basah dunia. Ekosistem lahan gambut dan mangrove kita bukan sekadar tanah becek; mereka adalah mesin penyerap karbon tercanggih di bumi. Indonesia memegang kendali besar dalam mengerem laju pemanasan global. Saat kita menjaga lahan ini tetap basah dan hijau, kita sebenarnya sedang memproteksi dunia dari ancaman krisis iklim yang lebih ekstrem.

Keuntungan Ekonomi dan Perlindungan Pesisir bagi Masyarakat

Di sisi lain, manfaat lahan basah sangat bersentuhan langsung dengan ketahanan ekonomi masyarakat lokal. Bagi penduduk di wilayah pesisir, keberadaan hutan mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang sangat tangguh dalam menghalau abrasi air laut dan memecah energi terjangan badai. Tidak hanya itu, kawasan ini juga menjadi tempat berkembang biak (nursery ground) bagi berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting. Maka dari itu, ketika ekosistem lahan basah terjaga, kita secara tidak langsung juga mengamankan mata pencaharian nelayan dan menjamin kedaulatan pangan nasional dari sektor kelautan.

Langkah Nyata Melindungi Masa Depan Ekosistem Air

Sebagai kesimpulan, menjaga lahan basah adalah investasi jangka panjang untuk kehidupan yang lebih baik. Kita harus beralih dari sekadar memperingati menjadi aksi nyata di lapangan. Langkah-langkah kecil seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendukung kebijakan hijau adalah kontribusi nyata yang bisa kita mulai sekarang. Pada akhirnya, keselamatan bumi sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan “ginjal” dunia ini. Mari jadikan Hari Lahan Basah Sedunia sebagai momentum untuk memastikan bahwa rawa, sungai, dan pesisir kita tetap basah, tetap hijau, dan tetap memberi kehidupan bagi generasi masa depan.

BACA JUGA:

Hutan Mangrove: Dari Benteng Alami Pesisir Menjadi ‘Perangkap Abadi’ Sampah Plastik

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version