Connect with us

Education

Hari Guru Nasional 2025: Mendikdasmen Umumkan 7 Kebijakan Baru, Mulai Kenaikan Tunjangan Honorer hingga Beasiswa D4/S1

Published

on

Jakarta (usmnews) – Dikutip Kompas.com Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang jatuh pada tanggal 25 November. Pidato tersebut menyoroti komitmen pemerintah untuk mengambil langkah-langkah nyata dalam upaya meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan terutama, kesejahteraan para pengajar di Indonesia, seiring dengan tantangan masif yang dibawa oleh era digital dan globalisasi. Secara keseluruhan, terdapat tujuh program utama yang diluncurkan atau ditingkatkan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap profesi guru.

Program-program tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga pilar utama, yaitu peningkatan kualifikasi dan pelatihan, peningkatan kesejahteraan finansial, serta dukungan kebijakan profesional.

Pilar Kesejahteraan dan Insentif Finansial​Pemerintah menunjukkan perhatian serius terhadap aspek finansial guru melalui beberapa inisiatif tunjangan dan beasiswa. Pertama, untuk mengatasi masalah kualifikasi pendidikan, pemerintah menyediakan beasiswa sebesar Rp 3 juta per semester bagi 12.000 guru yang belum memiliki latar belakang pendidikan D4 atau S1. Program ini difasilitasi melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman mengajar mereka diakui dalam proses studi. Kedua, dalam rangka meningkatkan taraf hidup, tunjangan sertifikasi diberikan kepada guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp 2 juta setiap bulannya, sementara guru ASN bersertifikasi akan menerima tunjangan sebesar satu kali gaji pokok mereka. Ketiga dan Keempat, perhatian juga diberikan kepada guru honorer yang selama ini mengabdikan diri dengan insentif bulanan. Insentif ini mulanya ditetapkan sebesar Rp 300.000 per bulan, namun pemerintah berkomitmen untuk segera menaikkan tunjangan guru honorer tersebut menjadi Rp 400.000 per bulan. Seluruh skema tunjangan dan insentif ini dipastikan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru, menandakan upaya transparansi dan kecepatan distribusi bantuan.

Pilar Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Profesional​Demi memastikan guru siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan, pemerintah menggalakkan serangkaian pelatihan komprehensif. Program Kelima ini mencakup berbagai jenis pengembangan kapasitas, mulai dari Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan peningkatan mutu untuk guru Bimbingan Konseling (BK), hingga pelatihan BK untuk guru-guru non-BK. Lebih lanjut, pemerintah berfokus pada adaptasi teknologi dengan menyediakan pelatihan dalam bidang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Koordinasi, serta Artifisial. Pelatihan ini melengkapi kebutuhan pengembangan kompetensi di bidang kepemimpinan sekolah dan peningkatan kompetensi spesifik lainnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *