Business

Harga Minyak Melemah: Kombinasi PMI Manufaktur Buruk, Dolar Kuat, dan Sinyal Kelebihan Pasokan OPEC+

Published

on

Harga minyak mentah global mengalami sedikit penurunan pada hari Selasa, didorong oleh kekhawatiran yang meluas mengenai permintaan energi dan penguatan signifikan mata uang dolar AS.

Penurunan ini terjadi meskipun aliansi produsen minyak utama, yang dikenal sebagai OPEC+, telah mengambil langkah untuk mengerem kenaikan produksi di masa mendatang.

Menurut laporan dari CNBC (Rabu, 5/11/2025), harga minyak acuan Brent turun sebesar 45 sen, atau 0,69%, menutup perdagangan pada level USD 64,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 49 sen, setara dengan 0,8%, dan ditutup pada USD 60,56 per barel.

Koreksi harga ini mencerminkan sentimen pasar yang didominasi oleh kekhawatiran ekonomi makro.

Tekanan dari Data Ekonomi dan Dolar

Pelemahan harga minyak sebagian besar disebabkan oleh serangkaian data ekonomi yang negatif. John Evans, Analis di PVM Oil Associates, menyatakan bahwa data PMI manufaktur yang buruk dari Asia, diikuti oleh laporan ISM AS yang mengecewakan, telah memicu kekhawatiran besar mengenai prospek permintaan minyak. Selain itu, ancaman tarif perdagangan global yang terus membayangi pasar juga menambah sentimen negatif.

Faktor penekan utama lainnya adalah penguatan dolar AS, yang diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tiga bulan. Kekuatan dolar ini dipicu oleh perdebatan internal di Federal Reserve AS mengenai apakah akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada bulan Desember.

Dolar yang lebih kuat secara inheren membuat minyak, yang dihargakan dalam mata uang AS, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga berpotensi mengurangi daya beli dan permintaan global.

Data manufaktur menunjukkan gambaran yang suram, terutama di Asia. Di Jepang, misalnya, aktivitas manufaktur menyusut pada laju tercepat dalam 19 bulan terakhir pada bulan Oktober, dipicu oleh penurunan permintaan di sektor-sektor kunci seperti otomotif dan semikonduktor.

Interpretasi Keputusan OPEC+

Mengenai sisi penawaran, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) baru-baru ini menyepakati kenaikan produksi yang kecil untuk Desember, namun yang krusial, mereka memutuskan untuk menghentikan sementara rencana peningkatan produksi yang lebih besar selama kuartal pertama tahun depan.

Suvro Sarkar, Pimpinan Tim Sektor Energi DBS Bank, menafsirkan langkah OPEC+ ini sebagai pengakuan tidak langsung terhadap potensi kelebihan pasokan di pasar.

Sarkar berpendapat bahwa pasar mungkin melihat ini sebagai “tanda pertama pengakuan” dari OPEC+ — yang sebelumnya sangat optimis terhadap permintaan — bahwa kemampuan pasar untuk menyerap barel tambahan mulai terbatas.

Meskipun tren umumnya menurun, analis independen Tina Teng mencatat bahwa potensi sanksi berkelanjutan terhadap perusahaan energi besar Rusia, seperti Rosneft dan Lukoil, dapat terus memberikan dukungan pada harga minyak dalam waktu dekat.

Sebagai penutup, pelaku pasar saat ini mengalihkan fokus mereka ke rilis data inventaris terbaru AS dari American Petroleum Institute (API). Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS diperkirakan meningkat pekan lalu, yang jika terkonfirmasi, akan semakin memperkuat argumen bearish di pasar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version