International
Gempa Bumi Dahsyat Melanda Kolombia Presiden Tetapkan Darurat
Semarang (usmnews) – Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengumumkan status darurat nasional usai gempa bumi dahsyat melanda Kolombia bagian barat. Bencana alam berkekuatan magnitudo tujuh koma empat tersebut merusakkan pemukiman warga serta berbagai fasilitas umum secara masif. Pemerintah bergerak cepat mengerahkan seluruh sumber daya tambahan menuju kawasan-kawasan yang paling terdampak parah. Musibah ini merenggut nyawa ratusan warga serta melukai beluhan orang lainnya di berbagai wilayah pemukiman. Selain itu warga ibu kota Bogota berlarian menyelamatkan diri saat sirene darurat meraung-raung di jalanan.
Awal mula peristiwa gempa bumi dahsyat melanda Kolombia ini berlangsung pada Senin pagi pukul tujuh lebih tiga puluh empat. Presiden Abelardo de la Espriella memberikan penjelasan resmi mengenai jumlah korban serta kerusakan infrastruktur di Bogota. “Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini,” kata De la Espriella. Beliau menambahkan bahwa guncangan hebat tersebut meruntuhkan puluhan bangunan serta merusakkan ribuan rumah warga.
Pusat guncangan berada di San Jose del Palmar departemen Choco dengan kedalaman seratus tujuh kilometer. Jarak titik pusat gempa berkisar dua ratus delapan puluh kilometer di sebelah barat ibu kota. Kemudian pemerintah memprioritaskan evakuasi korban selamat di tengah tumpukan puing bangunan runtuh. Selain itu penutupan enam bandara udara memperlambat proses pengiriman bantuan kemanusiaan menuju lokasi bencana.
Selanjutnya Badan Penerbangan Sipil menghentikan operasional bandara di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, hingga Buenaventura. Penutupan darurat ini bertujuan memastikan keamanan penerbangan usai infrastruktur landasan mengalami kerusakan fisik cukup parah. Bahkan Presiden De la Espriella berjanji akan segera bertolak meninjau kondisi lapangan secara langsung.
Dampak Bencana Gempa Bumi Dahsyat Melanda Kolombia dan Kerusakan
Kerusakan dahsyat akibat gempa bumi dahsyat melanda Kolombia memaksa pemerintah mengalokasikan dana darurat ekstra. Pihak berwenang mencatat setidaknya enam puluh satu bangunan runtuh total serta ribuan rumah warga rusak. “Gempa tersebut juga menyebabkan setidaknya 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak,” ujarnya. Petugas penyelamat terus bekerja melintasi medan sulit guna menemukan para korban yang masih tertimbun.
Selain itu guncangan kuat memicu kepanikan luar biasa hingga warga keluar rumah memakai pakaian tidur. Masyarakat berkumpul di tempat terbuka guna menghindari potensi risiko runtuhan bangunan akibat gempa susulan.
Penanganan Darurat Bencana Guncangan Tektonik Kolombia
Pemerintah Kolombia mengerahkan personel militer serta tim medis untuk membantu proses evakuasi korban gempa. Bantuan logistik mulai mengalir melalui jalur darat setelah operasional beberapa penerbangan mengalami penghentian sementara. Oleh karena itu koordinasi antar lembaga menjadi kunci utama percepatan pemulihan kondisi kawasan terdampak bencana. Sementara itu masyarakat dunia mulai menyampaikan simpati mendalam atas duka yang menimpa negara Kolombia.