USM News
Gali Potensi Lokal, Tim Pengabdian USM Dampingi Pokdarwis Nglurah Kembangkan Media Promosi
Karanganyar (USMNEWS) – Upaya mendongkrak potensi pariwisata daerah di era digital tidak melulu harus mengandalkan perangkat berharga mahal. Di Desa Nglurah, atau yang lebih dikenal luas sebagai Kampung Sewu Kembang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat kini dibekali keterampilan merancang media promosi interaktif hanya bermodalkan smartphone.
Inovasi tersebut hadir melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Semarang (USM) yang mengusung tajuk “Pemberdayaan Pokdarwis melalui Pengembangan Media Promosi Berbasis Low-Cost 360° Photography dan Smart Brochure”. Program strategis ini didanai penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari pada 15-16 Agustus 2026 ini diselenggarakan di kediaman Ismanto Hartono, Ketua Pokdarwis Sewu Kembang yang juga menjabat sebagai Bapak Bayan. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, sebanyak 10 peserta yang merupakan perwakilan pengelola berbagai objek wisata di Desa Nglurah tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan.
Program ini diinisiasi dan dipandu langsung oleh tim pengabdian yang diketuai Pratama Angga Buana, S.Kom., M.Kom., bersama dua dosen anggota, Ahmad Rifai, S.Kom., M.Kom., dan Dinar Anggit Wicaksana, S.Si., M.Pd. Dua mahasiswa, Jessica Elaine Utomo dan Nasywa Farahiya Prastiwi, juga dilibatkan sebagai asisten pendamping untuk memastikan praktik berjalan lancar.
Pada hari pertama, Sabtu (15/8/2026), kegiatan difokuskan pada pengenalan teknologi fotografi 360 derajat minim biaya (low-cost 360 photography). Selama ini, pembuatan konten Virtual Reality (VR) atau panorama 360 derajat identik dengan penggunaan action camera khusus yang harganya relatif mahal.
Menyikapi kendala tersebut, Pratama Angga Buana memberikan solusi praktis. Ia mengedukasi peserta bahwa smartphone harian dapat dimanfaatkan untuk mengambil gambar 360 derajat, selama perangkat tersebut memiliki sensor gyroscope. Langkah ini menjadi terobosan promosi yang terjangkau namun memberikan dampak visual yang maksimal.
Awalnya, mayoritas peserta mengaku belum familier dengan konsep tersebut. Namun, setelah tim mendemonstrasikan cara kerja aplikasinya, raut kebingungan perlahan berganti menjadi antusiasme tinggi. Dalam sesi praktik langsung, para peserta secara bergantian mencoba teknik pengambilan gambar memutar. Meski beberapa jepretan awal belum terlalu halus, para peserta berhasil memahami konsep dasar dan menguasai alat dengan baik di akhir sesi.
Memasuki hari kedua, Minggu (16/8/2026), pelatihan beralih ke tahap pengemasan visual melalui pembuatan Smart Brochure (brosur pintar) atau leaflet digital menggunakan aplikasi Canva. Aplikasi ini dipilih karena tampilannya ramah pengguna (user-friendly), sehingga sangat cocok bagi pengelola wisata yang tidak memiliki latar belakang desain grafis.
Sebelum mulai mendesain, Dinar Anggit Wicaksana dan Ahmad Rifai memberikan arahan konseptual mengenai pentingnya topologi dan identitas visual (branding). Peserta diajak untuk menonjolkan ciri khas Kampung Sewu Kembang ke dalam brosur, salah satunya dengan menerapkan palet warna yang merujuk pada papan nama ikonik berdasar hitam khas desa tersebut agar memiliki daya lekat ingatan (brand recall) yang kuat bagi wisatawan.
Dengan mengintegrasikan foto 360 derajat ke dalam brosur pintar berbasis sentuhan lokal, wisatawan tidak hanya membaca informasi, tetapi juga bisa merasakan nuansa Kampung Sewu Kembang secara virtual sebelum berkunjung. Melalui sinergi akademisi dan masyarakat yang didukung Kemendiktisaintek ini, Pokdarwis Sewu Kembang diharapkan semakin mandiri dalam mengelola strategi digital marketing untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggeliatkan ekonomi kreatif desa.