Nasional

Fenomena Embun Upas Dieng Capai -6° C

Published

on

Semarang (usmnews) – Kawasan dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah saat ini sedang menghadapi cuaca ekstrem. Fenomena embun upas kembali menyelimuti wilayah pegunungan tersebut dengan intensitas yang sangat tinggi. Suhu udara di sana merosot tajam hingga menyentuh angka minus 6 derajat Celsius. Akibatnya, hamparan es tipis menyerupai salju menutupi area persawahan dan perumahan warga.

Masyarakat setempat mengabadikan momen langka ini dan membagikannya ke berbagai media sosial. Kemunculan Fenomena embun upas kali ini tercatat sebagai kondisi terdingin sejak awal tahun. Sebelumnya, suhu udara di dataran tinggi tersebut hanya mencapai minus 4 derajat Celsius. Penurunan suhu yang sangat drastis ini langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat.

Dampak Suhu Dingin Ekstrem Terhadap Pertanian Kentang

Mayoritas penduduk di kawasan wisata ini menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian sayur. Kepala UPT Dieng Banjarnegara, Wibi Satria N, mengonfirmasi kondisi cuaca buruk tersebut secara langsung. Wibi menjelaskan bahwa suhu membeku ini mengancam kelangsungan hidup tanaman milik para petani. Oleh karena itu, para petani kini terus memantau perkembangan cuaca dengan perasaan cemas.

“Lihat beberapa hari ke depan, Mas. Kalau seperti tadi pagi tiga hari ke depan, 90% bisa mati semua. Mayoritas di Dieng tanaman kentang,” ungkap Wibi.

Pembekuan jaringan tanaman akibat suhu sub-nol berpotensi merusak daun dan batang kentang. Jika situasi ini terus bertahan, para petani dipastikan akan mengalami gagal panen massal.

Perluasan Cakupan Wilayah Embun Racun di Dataran Tinggi

Ketebalan lapisan es pada vegetasi kali ini jauh melebihi kondisi cuaca tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, sebaran titik beku juga meluas ke beberapa desa di sekitar Dieng. Akun Instagram @brentsastro turut memperlihatkan visual tanaman sayuran yang sepenuhnya berlapis kristal es. Wibi Satria membenarkan keaslian video viral yang memperlihatkan dampak pembekuan lingkungan tersebut.

“Nggih, embunnya lebih tebal dan cakupan wilayah lebih luas. Desa Dieng Kulon sampai Karangtengah, Mas. Termasuk Dieng Wetan,” pungkas Wibi.

Hamparan hawa dingin kini mengunci aktivitas warga dari pagi hingga menjelang siang hari. Meskipun demikian, fenomena alam yang unik ini biasanya justru menarik perhatian banyak wisatawan. Wisatawan domestik kerap berdatangan demi merasakan sensasi musim dingin layaknya di negara Eropa. Namun, pemerintah daerah tetap mengimbau semua pihak untuk menjaga kesehatan fisik mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version