Education
Fakta Mengejutkan 8 Negara dengan Tingkat Obesitas Terendah, Posisi Indonesia!
Semarang (usmnews) – Federasi Obesitas Dunia baru saja merilis data kesehatan global paling baru. Mereka secara resmi mengumumkan daftar negara yang memiliki tingkat obesitas terendah untuk populasi dewasa. Oleh karena itu, banyak orang merasa sangat penasaran mengenai posisi Indonesia saat ini. Bahkan, beberapa negara di kawasan Asia sukses mendominasi posisi teratas dengan angka fantastis. Tentu saja, pencapaian luar biasa ini menarik perhatian banyak ahli kesehatan dunia. Akibatnya, masyarakat global mulai mempelajari rahasia sukses dari negara-negara Asia tersebut.
Rahasia Sukses Negara Asia di Puncak Klasemen
Jepang berhasil memimpin peringkat pertama berkat gaya hidup sehat masyarakatnya setiap hari. Negara ini mencatat angka prevalensi obesitas dewasa hanya sebesar 5,57 persen saja. Selanjutnya, Korea Selatan menyusul pada posisi kedua dengan perolehan angka 7,24 persen. Kemudian, China menempati urutan ketiga dengan persentase obesitas yang mencapai 8,37 persen. Tentu saja, prestasi ini membuktikan keberhasilan program kesehatan di kawasan Asia Timur. Mereka sangat suka berjalan kaki untuk pergi menuju tempat kerja setiap pagi. Selain itu, porsi makan masyarakat Asia cenderung lebih kecil dan sangat padat nutrisi.
Misalnya, masyarakat Jepang sangat gemar mengonsumsi ikan laut segar dan sayuran hijau. Mereka jarang sekali memasukkan makanan olahan berlemak tinggi ke dalam menu harian. Korea Selatan juga memiliki budaya makan hidangan fermentasi yang sangat menyehatkan pencernaan. Sementara itu, warga China terbiasa mengonsumsi teh hijau hangat setelah selesai makan. Oleh karena itu, wajar jika mereka mendominasi peringkat atas dalam daftar ini. Pemerintah setempat juga sangat mendukung penyediaan fasilitas transportasi umum yang sangat memadai. Dengan demikian, warga terus termotivasi untuk aktif bergerak fisik di luar rumah.
Indonesia ternyata berhasil menempati peringkat keenam dalam daftar kesehatan yang bergengsi ini. Kita mencatat angka prevalensi obesitas pada kelompok orang dewasa sebesar 11,52 persen. Meskipun demikian, angka ini sedikit lebih tinggi jika kita membandingkannya dengan Taiwan. Taiwan sendiri berhasil meraih posisi kelima dengan persentase jumlah sebesar 11,27 persen. Namun, capaian Indonesia ini masih jauh lebih baik daripada beberapa negara Eropa. Swiss dan Denmark menempati urutan ketujuh dan kedelapan dalam pemeringkatan kesehatan tersebut.
Faktor Penentu Tingkat Obesitas Terendah di Berbagai Negara
Swiss mencatat persentase 12,47 persen, sedangkan Denmark berada pada posisi 13,55 persen. Sebagai akibatnya, Indonesia membuktikan diri mampu bersaing kuat dalam menjaga proporsi tubuh. Selain itu, fakta ini mematahkan anggapan bahwa negara berkembang selalu mengabaikan masalah gizi. Namun demikian, kita tidak boleh merasa cepat puas dengan pencapaian angka tersebut. Sebab, tren konsumsi makanan manis dan siap saji di Indonesia terus meningkat tajam. Akibatnya, ancaman kenaikan berat badan massal masih terus mengintai generasi muda kita.
Kelebihan berat badan yang ekstrem bisa memicu berbagai penyakit kronis berbahaya. Pertama, penderita obesitas memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung secara tiba-tiba. Kedua, penyakit diabetes tipe dua juga sangat sering menyerang orang dengan obesitas. Oleh sebab itu, kita harus selalu menjaga berat badan pada batas ideal. Di samping itu, masalah persendian sering kali mengganggu aktivitas harian para penderita. Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan kita untuk selalu mengawasi masalah gizi.
Penyakit tidak menular ini menuntut biaya perawatan medis yang sangat mahal setiap tahun. Dengan demikian, langkah pencegahan jauh lebih baik daripada harus mengobati penyakit tersebut. Semua orang pasti ingin menikmati masa tua tanpa gangguan penyakit yang serius. Jadi, masyarakat wajib mulai memperbaiki asupan pola makan demi masa depan cerah. Pada akhirnya, kesehatan merupakan aset paling berharga yang harus kita jaga selamanya.
Berbagai faktor penting sangat mempengaruhi prestasi kesehatan masyarakat di negara-negara maju tersebut. Pertama, warga mereka selalu disiplin menerapkan pola makan yang seimbang setiap hari. Kedua, mereka rutin mempertahankan mobilitas harian dan aktivitas fisik yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi kunci utamanya. Negara harus terus bekerja keras supaya semua warganya juga mampu mempertahankan tingkat obesitas terendah.