Nasional
Alami Gejolak Vulkanik Sejak Fajar, Gunung Semeru Muntahkan Abu Vulkanik Sebanyak Tiga Kali
Semarang (usmnews) – Aktivitas vulkanik gunung berapi di wilayah Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami rangkaian letusan beruntun pada Kamis pagi. Petugas mencatat peristiwa erupsi Gunung Semeru terbaru ini terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu yang berdekatan. Masyarakat sekitar lereng gunung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG merilis data resmi mengenai rentetan aktivitas vulkanik tersebut. Berdasarkan rekaman instrumen pos pengamatan, letusan pertama mulai terjadi pada pukul 05.44 WIB. Petugas di lapangan melihat tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 700 meter di atas puncak kawah. Hembusan material padat tersebut bergerak perlahan menuju ke arah sektor barat daya dari pusat retakan.
Kronologi Rentetan Semburan Abu Berdasarkan Data Erupsi Gunung Semeru Terbaru
Gejolak dari dalam perut bumi ternyata tidak berhenti sampai pada letusan pertama saja. Selang beberapa menit kemudian, gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut ini kembali mengalami letusan kedua. Petugas mengonfirmasi aktivitas susulan tersebut terjadi tepat pada pukul 06.36 WIB. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu terpantau mengalami peningkatan hingga mencapai 900 meter di atas puncak. Petugas visual melaporkan bahwa kepulan asap tebal tersebut memiliki warna dominan putih hingga kelabu pekat.
Tidak lama berselang, pos pengamatan kembali mendeteksi adanya getaran tremor dan letusan ketiga. Aktivitas erupsi Gunung Semeru terbaru ini tercatat oleh sistem pemantau pada pukul 06.51 WIB. Letusan pamungkas pada pagi hari tersebut memuntahkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 600 meter. Serangkaian letusan yang terjadi dalam waktu singkat ini menandakan bahwa suplai magma dari kedalaman masih cukup aktif.
Rekomendasi Jarak Aman dan Larangan Aktivitas dari Pihak Berwenang
Pihak PVMBG hingga saat ini masih memberlakukan status siaga untuk wilayah kawasan rawan bencana. Petugas melarang keras masyarakat melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang aliran sungai. Hal ini karena jalur tersebut merupakan rute utama bagi bukaan kawah dan awan panas guguran. Warga juga tidak boleh mendekati puncak gunung dalam radius aman yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.
Selain ancaman awan panas, masyarakat juga harus mewaspadai potensi runtuhan batu pijar dari kubah lava. Pengemudi kendaraan logistik dan penambang pasir tradisional diimbau untuk segera menjauh jika wilayah puncak mengalami hujan lebat. Otoritas setempat mulai membagikan masker pelindung gratis kepada penduduk di beberapa desa terdampak guna mengantisipasi gangguan pernapasan. Pemerintah berjanji akan terus memperbarui data kebencanaan ini secara berkala melalui aplikasi mitigasi bencana resmi.