Nasional

Siaga! Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Jateng Siapkan Jalur Alternatif MTQ

Published

on

Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu perjalanan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional menuju Semarang, Jawa Tengah.

Sedikitnya kafilah dari 10 provinsi tercatat memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai titik transit maupun bagian dari rute menuju Jawa Tengah. Kesepuluh provinsi tersebut yakni Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono mengatakan, gangguan operasional penerbangan akibat abu vulkanik menjadi perhatian karena waktu kedatangan para kafilah semakin dekat.

“Kalau nantinya (Bandara) Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan reschedule atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Tetapi untuk area transportasi darat, kami siap,” kata Agung dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (7/9/2026).

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Sejumlah Penerbangan

Dampak erupsi Anak Krakatau menjadi perhatian karena abu vulkanik dapat memengaruhi operasional penerbangan. Kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap perjalanan kafilah dari sejumlah provinsi yang sebelumnya memiliki rute melalui Jakarta.

Pemprov Jawa Tengah pun menyiapkan alternatif transportasi darat apabila Bandara Soekarno-Hatta belum dapat melayani penerbangan secara normal. Dinas Perhubungan Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan perjalanan darat.

Koordinasi tersebut dilakukan terutama untuk rute yang sebelumnya banyak dilayani melalui penerbangan. Jika diperlukan, perjalanan kafilah dapat dialihkan menggunakan moda transportasi lain agar kedatangan mereka di Jawa Tengah tetap dapat berlangsung sesuai jadwal.

Agung menegaskan bahwa untuk transportasi darat, Jawa Tengah siap mendukung mobilitas para kafilah yang akan mengikuti MTQ Nasional.

Bandara Ahmad Yani Siap Terima Pengalihan Penerbangan

Sementara itu, GM PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto memastikan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang siap mendukung kelancaran mobilitas peserta MTQ Nasional.

Sejak Minggu (6/9/2026) malam, operasional Bandara Jenderal Ahmad Yani diperpanjang menjadi 24 jam. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya penerbangan tidak terjadwal maupun pengalihan penerbangan dari bandara lain.

Pihak bandara juga terus memantau perjalanan kafilah yang direncanakan menuju Jawa Tengah melalui jalur udara. Apabila penerbangan melalui Jakarta belum memungkinkan, alternatif rute langsung menuju Semarang maupun jalur lainnya akan dikoordinasikan bersama pihak terkait.

“Bandara Semarang sampai dengan saat ini, siap untuk mendukung kegiatan nasional di Jawa Tengah,” kata Sulistyo.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah dan pengelola bandara agar gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau tidak menghambat pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang.

29 Penerbangan Ahmad Yani Dibatalkan

Berdasarkan data Angkasa Pura hingga Senin pukul 10.00 WIB, dampak erupsi telah menyebabkan 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani dibatalkan.

Pembatalan tersebut terdiri atas 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan. Dampaknya dirasakan oleh 3.420 penumpang, yang terdiri atas 1.842 penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan.

Mayoritas penerbangan yang terdampak merupakan rute dari dan menuju Jakarta. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menyiapkan jalur alternatif bagi perjalanan menuju Jawa Tengah.

Meski demikian, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi penerbangan dan sebaran abu vulkanik untuk memastikan langkah yang diambil sesuai dengan situasi terkini.

Sebaran Abu Vulkanik ke Jateng Relatif Aman

Di sisi lain, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi sebaran abu vulkanik ke wilayah Jawa Tengah saat ini relatif aman.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengatakan, berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, arah angin pada lapisan bawah maupun lapisan atas mayoritas bergerak ke arah barat.

“Dari data terakhir kami yang mengacu pada VAAC Darwin, baik pada lapisan bawah maupun lapisan atas, sekarang mayoritas arah anginnya ke arah barat. Itu sebabnya secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman, dan hasil pemantauannya negatif,” kata Yoga.

Hasil paper test yang dilakukan pada 6 dan 7 September di sekitar Bandara Ahmad Yani juga menunjukkan hasil negatif. Pemantauan serupa yang dilakukan di Tegal, Cilacap, dan Kertajati turut menunjukkan hasil yang sama.

BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursari Penanggungan mengatakan, hingga Senin (7/9/2026), belum terdapat laporan mengenai dampak erupsi Anak Krakatau yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.

“Belum ada laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Bergas.

Meski kondisi di Jawa Tengah relatif aman, BPBD tetap meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah juga diminta menyampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah apabila terdapat debu atau asap.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan apabila kondisi udara mengalami perubahan akibat sebaran material vulkanik.

Persiapan MTQ Nasional Terus Dikebut

Sementara itu, persiapan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah terus dilakukan. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebelumnya menyatakan, pengerjaan fisik dan penataan lokasi MTQ Nasional telah memasuki tahap akhir.

Pemerintah terus mempercepat pengerjaan agar seluruh arena lomba maupun lokasi pertunjukan pembukaan siap digunakan sepenuhnya pada 10 September 2026. MTQ Nasional XXXI sendiri akan dimulai pada 11 September 2026.

Dengan adanya potensi gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau, Pemprov Jawa Tengah terus menyiapkan berbagai skenario perjalanan bagi kafilah. Transportasi udara tetap dipantau, sementara jalur darat dan kereta api disiapkan sebagai alternatif apabila terjadi perubahan kondisi penerbangan.

Koordinasi antara Pemprov Jawa Tengah, pengelola bandara, KAI, BMKG, BPBD, serta pihak terkait terus dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan para kafilah dari berbagai daerah tetap dapat tiba di Semarang dengan aman dan mengikuti rangkaian MTQ Nasional sesuai jadwal.

Dengan kesiapan jalur transportasi alternatif dan pemantauan kondisi abu vulkanik secara berkala, pemerintah berupaya memastikan erupsi Anak Krakatau tidak menghambat pelaksanaan agenda nasional di Jawa Tengah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please enable JavaScript to complete the security verification.

Trending

Exit mobile version