Education
Era Baru Penulisan Sejarah: Pakar UGM Prediksi Perubahan Kurikulum Sekolah Pasca Peluncuran Buku Sejarah Indonesia Terbaru

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Dunia pendidikan di Indonesia kini tengah bersiap menyambut transformasi besar dalam penyampaian materi masa lalu bangsa. Peluncuran buku monumental berjudul “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” diprediksi akan menjadi titik balik yang mengubah struktur kurikulum pelajaran sejarah di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Pakar sejarah dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Agus Suwignyo, memberikan pandangan strategisnya mengenai dampak jangka panjang dari karya tulis kolektif ini.
Perubahan Kurikulum yang Tak Terelakkan

Agus Suwignyo menjelaskan bahwa selama ini, kurikulum pendidikan sejarah di sekolah-sekolah tanah air sangat bergantung pada rujukan tunggal atau buku sejarah nasional yang telah lama mapan. Dengan hadirnya rujukan baru yang lebih komprehensif, penyesuaian materi ajar menjadi suatu keniscayaan. Menurutnya, proses transformasi ini akan berlangsung secara bertahap. Siswa di masa depan diharapkan tidak lagi hanya menghafal fakta-fakta yang sudah ada, tetapi mulai diperkenalkan dengan cakrawala pengetahuan sejarah yang sebelumnya mungkin belum pernah tersentuh dalam ruang kelas konvensional.
Mengatasi Kekhawatiran dan Membuka Narasi Luas
Peluncuran buku sejarah berskala besar sering kali memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait potensi adanya bias narasi yang terlalu menonjolkan tokoh-tokoh tertentu. Namun, Agus menekankan bahwa penilaian yang adil baru bisa dilakukan setelah publik membaca keseluruhan isi dari 10 jilid buku tersebut secara detail. Ia berharap kehadiran buku ini justru menjadi pemantik diskusi intelektual di ruang publik, bukan sekadar menjadi doktrin baru.
Kekuatan utama dari proyek penulisan ulang ini adalah cakupannya yang luas, yang tidak hanya terpaku pada satu atau dua periode sejarah yang dianggap dominan. Sebaliknya, buku ini mencoba merangkul seluruh segmen sejarah Indonesia dengan paradigma yang lebih segar, menggali aspek-aspek yang sebelumnya terabaikan, seperti perkembangan infrastruktur, sejarah ilmu pengetahuan, hingga evolusi hukum di Indonesia, khususnya pada abad ke-19 yang dibahas dalam jilid kelima.
Kolaborasi Masif Akademisi Indonesia
Buku ini bukan sekadar karya segelintir orang. Proses penyusunannya melibatkan kolaborasi raksasa dari 123 penulis yang berasal dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga non-perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Agus Suwignyo sendiri turut berkontribusi sebagai editor yang merancang struktur jilid V, memastikan bahwa gambaran besar mengenai dinamika abad ke-19 dapat tersampaikan dengan paradigma baru yang lebih kritis dan mendalam.

Akses Gratis untuk Publik Melalui Digitalisasi
Kabar baik lainnya datang dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang memastikan bahwa seluruh 10 jilid buku sejarah ini akan tersedia bagi masyarakat luas tanpa dipungut biaya. Pemerintah berkomitmen untuk mendigitalisasi karya ini dalam format PDF yang dapat diunduh melalui situs resmi Kementerian Kebudayaan. Saat ini, naskah setebal ribuan halaman tersebut sedang memasuki tahap pemeriksaan akhir oleh editor umum untuk memastikan kualitas teknis penulisan tetap terjaga meskipun ditulis oleh banyak pakar dengan gaya bahasa yang beragam.
Dengan akses yang terbuka lebar secara digital, diharapkan buku sejarah baru ini dapat dijangkau oleh setiap komunitas, perguruan tinggi, hingga sekolah di pelosok negeri. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam mendemokratisasi pengetahuan sejarah, sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam memahami akar kebangsaan Indonesia di tengah arus globalisasi yang kian kencang.







