Business

Emas Batangan Terbukti Jauh Lebih Menguntungkan Dibanding Perhiasan untuk Investasi Jangka Panjang

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Di tengah gejolak ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian—mulai dari fluktuasi pasar keuangan hingga ancaman resesi—logam mulia kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset primadona. Namun, masyarakat perlu memahami perbedaan fundamental antara membeli logam mulia batangan (bullion) dan perhiasan.

‎Para ahli sepakat bahwa emas dan perak batangan adalah instrumen investasi murni yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan perhiasan. Keunggulan ini terletak pada transparansi harga, tingginya likuiditas, serta potensi imbal hasil yang optimal.

‎1. Tren Kenaikan Harga: Momentum Pasar Saat Ini

‎Data perdagangan terbaru menunjukkan tren positif yang signifikan bagi logam mulia. Berdasarkan pantauan pasar pada Selasa (20/1), harga emas dari berbagai cetakan mengalami kenaikan kompak:

  • Emas Galeri24: Naik Rp43.000 menjadi Rp2,731 juta per gram.
  • Emas UBS: Melonjak Rp44.000 menjadi Rp2,783 juta per gram.
  • Emas Antam: Mengalami kenaikan tipis dengan harga dasar Rp2,705 juta per gram.

‎Tidak hanya emas, perak pun mencatatkan performa luar biasa. Mengutip Reuters, harga perak spot melonjak 3,6% ke level US$93,15 (sekitar Rp1,5 juta) per ounce, mendekati rekor tertingginya di US$94,08. Kenaikan ini menegaskan bahwa selera pasar global sedang beralih ke aset fisik yang aman.

2. Analisis Pakar: Jebakan “Built-in Loss” pada Perhiasan

‎Ronny P. Sasmita, Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, memberikan pandangan tajam mengenai mengapa perhiasan bukanlah instrumen investasi yang efisien.

‎Menurut Ronny, nilai emas dan perak batangan bergerak hampir 1:1 dengan harga pasar global (spot price). Biaya produksinya kecil dan transparan. Sebaliknya, perhiasan memiliki komponen biaya non-investasi yang sangat besar, meliputi:

  1. Ongkos desain dan kerumitan pengerjaan.
  2. Biaya merek (branding).
  3. Margin keuntungan toko.

‎Masalah utamanya adalah ketika investor hendak menjual kembali (buyback), komponen biaya di atas hangus atau tidak dihitung. Perhiasan hanya akan dihargai berdasarkan berat dan kadar emasnya saja. Bahkan, seringkali harga tersebut masih dipotong biaya peleburan.

‎”Secara ekonomi, perhiasan mengalami ‘built-in loss’ (kerugian bawaan) sejak hari pertama dibeli,” tegas Ronny.

3. Fungsi Hedging dan Likuiditas

‎Dalam konteks makroekonomi yang dipenuhi tensi geopolitik dan kebijakan suku bunga yang fluktuatif, logam mulia batangan berfungsi optimal sebagai lindung nilai (hedging) dan penyimpan nilai (store of value).

‎Logam mulia batangan memiliki standar kemurnian dan berat yang diakui secara internasional, membuatnya sangat likuid (mudah dicairkan) dengan selisih harga jual-beli (spread) yang sempit. Berbeda dengan perhiasan yang nilainya sangat subjektif—tergantung selera pasar, kondisi fisik barang, dan taksiran pedagang—logam mulia menawarkan kepastian nilai bagi investor.

‎4. Pentingnya Edukasi: Kesalahan Persepsi Masyarakat

‎Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyoroti kurangnya literasi masyarakat mengenai hal ini. Banyak orang yang panik membeli emas saat harga naik, namun salah memilih instrumen dengan membeli perhiasan.

‎Kelemahan fatal perhiasan sebagai investasi adalah potongan biaya administrasi yang tinggi dan jatuhnya harga jual jika barang dianggap “bekas pakai”. Oleh karena itu, Bhima menyarankan perubahan pola pikir, bahkan dalam urusan sosial seperti pernikahan.

‎”Bagi yang mau menikah, disarankan maharnya berbentuk logam mulia atau batangan, bukan perhiasan. Itu jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang,” saran Bhima.

Emas dan perak batangan adalah pilihan paling rasional untuk melindungi kekayaan dari inflasi dan krisis. Sementara perhiasan tetap relevan untuk kebutuhan estetika dan status sosial, ekspektasi terhadapnya sebagai alat investasi harus diturunkan secara drastis karena strukturnya yang tidak didesain untuk keuntungan finansial.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version