Connect with us

Tech

Eksodus Jet Pribadi: Mengapa Miliarder China Memilih Memarkir Pesawat di Luar Negeri?

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip CNN Indonesia Belakangan ini, sebuah fenomena menarik tengah terjadi di kalangan konglomerat atau crazy rich asal China. Alih-alih memamerkan kekayaan dengan jet pribadi yang terparkir di hangar domestik, banyak dari mereka yang justru memilih untuk memindahkan dan memarkir pesawat mewah tersebut ke luar negeri, terutama ke negara tetangga seperti Singapura dan Jepang. Peralihan ini bukan tanpa alasan, melainkan dipicu oleh kombinasi antara regulasi yang semakin ketat, tekanan ekonomi, serta keinginan untuk tetap rendah hati di tengah pengawasan pemerintah yang meningkat.

Penyebab utama dari pergeseran ini adalah birokrasi penerbangan di China yang kian rumit. Berdasarkan aturan terbaru, pemilik jet pribadi kini diwajibkan untuk mengajukan dokumen perjalanan dan mendapatkan persetujuan setidaknya lima hari kerja sebelum jadwal keberangkatan. Bagi para eksekutif bisnis yang sering kali harus melakukan perjalanan mendadak demi kesepakatan penting, aturan ini dianggap sangat menghambat fleksibilitas. Selain itu, pemerintah juga melarang penggunaan jet pribadi pada jam-jam sibuk di bandara-bandara utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen—kota-kota yang notabene merupakan pusat ekonomi utama China.

Data dari Asian Sky Group memperkuat tren penurunan ini. Jumlah jet bisnis yang berbasis di China daratan menyusut dari 270 unit pada tahun 2023 menjadi hanya 249 unit pada tahun 2024. Sebaliknya, Singapura mencatatkan lonjakan signifikan dalam jumlah pesawat jet yang menetap di sana. Banyak miliarder China yang kini memilih untuk pindah ke luar negeri bersama aset mereka, atau setidaknya memindahkan basis operasional pesawat mereka agar lebih bebas terbang ke berbagai destinasi internasional tanpa hambatan administratif dari Beijing.

Selain masalah regulasi, faktor ekonomi dan citra sosial juga memegang peranan penting. Krisis di sektor properti dan gejolak pasar keuangan telah mengurangi jumlah miliarder di China secara drastis. Biaya perawatan jet pribadi yang melambung tinggi, ditambah dengan kampanye antikorupsi yang digencarkan pemerintah, membuat kepemilikan aset mewah yang mencolok menjadi tidak menarik lagi. Banyak dari mereka kini lebih memilih menggunakan penerbangan komersial kelas bisnis atau layanan sewa jet (charter) demi menjaga privasi dan menghindari sorotan negatif. Tren ini mencerminkan perubahan gaya hidup kaum elit China yang kini lebih mengutamakan fungsionalitas dan keamanan daripada sekadar pamer kemewahan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *