Lifestyle
Duel Minuman Favorit: Teh vs Kopi, Siapa Juara Sejati Penjaga Kesehatan Tulang?

Semarang (usmnews) – Dikutip Sindo.news seluruh dunia, meminum teh atau kopi bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ritual budaya yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Jutaan orang mengawali pagi mereka dengan aroma khas dari salah satu minuman ini. Namun, di balik kenikmatan tersebut, muncul pertanyaan medis yang krusial, terutama bagi mereka yang mulai peduli pada kesehatan jangka panjang: manakah di antara keduanya yang lebih bersahabat bagi kesehatan tulang kita?
Kopi, yang dikenal luas sebagai sumber energi instan, memiliki kandungan utama berupa kafein. Zat stimulan ini memang ampuh meningkatkan fokus, tetapi memiliki sisi lain yang perlu diwaspadai terkait metabolisme tulang. Kafein diketahui dapat memicu peningkatan ekskresi kalsium—proses pembuangan kalsium dari tubuh melalui urine.
Mengingat kalsium adalah fondasi utama kekuatan tulang, hilangnya mineral ini secara berlebihan tentu menjadi sinyal bahaya. Logikanya, semakin tinggi konsumsi kafein, semakin besar pula potensi kalsium yang terbuang. Namun, artikel tersebut menekankan bahwa efek ini tidak bersifat mutlak. Dampak negatif kopi sangat bergantung pada keseimbangan nutrisi seseorang. Jika seorang penikmat kopi memastikan asupan kalsiumnya tercukupi misalnya dengan rutin mengonsumsi susu, yogurt, sayuran hijau, atau suplemen risiko pelemahan tulang akibat kafein dapat diminimalkan secara signifikan.

Sebaliknya, teh menawarkan narasi yang berbeda. Minuman ini, khususnya varian teh hijau dan teh hitam, kaya akan senyawa bioaktif yang disebut flavonoid. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan kuat yang memberikan perlindungan pada sel-sel tubuh. Penelitian mengaitkan konsumsi teh rutin dengan kepadatan tulang yang lebih baik. Mekanismenya terletak pada kemampuan antioksidan untuk meredam peradangan dan stres oksidatif, dua musuh utama yang mempercepat penurunan massa tulang seiring bertambahnya usia.
Meskipun teh tampak lebih unggul dengan kandungan protektifnya, artikel ini mengingatkan bahwa teh bukanlah “obat ajaib” yang serta-merta menyembuhkan atau mencegah masalah tulang tanpa dukungan gaya hidup sehat lainnya.
Jika dilihat dari perspektif kesehatan tulang semata, teh memiliki keunggulan komparatif berkat kandungan flavonoid yang membantu menjaga kepadatan tulang. Sementara itu, kopi tetap aman dikonsumsi asalkan diimbangi dengan asupan kalsium yang memadai untuk mengganti mineral yang mungkin hilang. Kuncinya bukan hanya pada apa yang kita minum, tetapi bagaimana kita menyeimbangkan asupan nutrisi secara keseluruhan demi menjaga kerangka tubuh tetap kokoh hingga usia senja.







