USM News
Dorong Urban Farming Berkelanjutan, KKN USM Kampanyekan Pengolahan Sampah Organik
Semarang (USMNEWS) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM) menggelar sosialisasi bertema “Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme sebagai Pendukung Urban Farming Berkelanjutan” bersama warga RW 03 Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga agar memiliki nilai guna sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Sosialisasi dilaksanakan di Balai RW 03 Kelurahan Bringin dan diikuti oleh ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta warga setempat. Kegiatan diawali dengan pengisian pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai pengelolaan limbah organik, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik pembuatan eco enzyme.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Belva Vivia, mahasiswa Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Universitas Semarang, yang menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah organik sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan. Dalam pemaparannya, Belva menjelaskan bahwa limbah organik seperti sisa buah dan sayuran masih sering dibuang begitu saja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga menambah volume sampah dan menghasilkan gas metana (CH₄) dari proses pembusukan. Oleh karena itu, pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme dapat menjadi solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
Selain menjelaskan manfaat eco enzyme, Belva juga memaparkan bahan, perbandingan komposisi, tahapan fermentasi, serta berbagai manfaat eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari. Eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, aktivator kompos, pembersih alami, serta pendukung kegiatan urban farming. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara mengatasi kendala yang sering muncul selama proses fermentasi, seperti bau tidak sedap, munculnya ulat, maupun jamur.
Pada sesi praktik, peserta diajak membuat eco enzyme menggunakan limbah organik berupa kulit buah dan sayuran yang dicampurkan dengan gula merah dan air menggunakan perbandingan 3:1:10. Mahasiswa KKN mendampingi peserta selama proses pencampuran bahan hingga memberikan penjelasan mengenai penyimpanan dan perawatan selama masa fermentasi selama tiga bulan.
Belva Vivia menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik.
“Sampah organik bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui pembuatan eco enzyme, masyarakat dapat mengurangi volume sampah rumah tangga, menekan pembentukan gas metana di TPA, serta memanfaatkan hasilnya untuk mendukung pertanian dan penghijauan di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses fermentasi, manfaat eco enzyme, hingga cara penggunaannya untuk tanaman dan kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang berupaya mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga RW 03 Kelurahan Bringin sehingga mampu mengurangi timbulan sampah organik sekaligus mendukung kegiatan urban farming di lingkungan setempat.