Lifestyle
Di Balik Khasiatnya Ini 7 Bahaya Serius Mengonsumsi Air Kunyit Secara Berlebihan
Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Kunyit, atau Curcuma longa, telah lama menjadi primadona dalam dunia pengobatan herbal tradisional. Rimpang berwarna oranye ini digemari karena kandungan kurkumin-nya yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat. Banyak orang mengandalkan air rebusan kunyit untuk meningkatkan imunitas, meredakan peradangan, hingga membantu mengontrol gula darah.
Namun, layaknya pedang bermata dua, konsumsi kunyit yang tidak terkontrol justru dapat menjadi bumerang bagi kesehatan. Khasiat herbal tidak serta-merta membuat kunyit bebas dari risiko efek samping. Kunci utamanya terletak pada dosis.
Para ahli umumnya menyarankan batasan konsumsi kunyit harian sekitar 2 hingga 3 gram saja. Jika asupan ini dilanggar secara terus-menerus, tubuh dapat memberikan respons negatif yang bervariasi, mulai dari gangguan ringan hingga kerusakan organ yang serius.
Berikut adalah uraian mendalam mengenai tujuh risiko kesehatan yang mengintai di balik konsumsi air kunyit yang berlebihan:
1. Gangguan Sistem Pencernaan
Ironisnya, kunyit yang sering dipakai untuk meredakan sakit perut justru bisa menjadi penyebab masalah pencernaan jika dikonsumsi berlebih. Tubuh manusia tidak selalu dapat menyerap kurkumin dalam jumlah besar dengan optimal. Ketika “overdosis” terjadi, sistem pencernaan akan bereaksi. Gejala yang paling umum meliputi rasa mual, keinginan untuk muntah, perut kembung, diare, hingga sembelit.
Bahkan, pada beberapa kasus, hal ini dapat memicu naiknya asam lambung (refluks). Mengonsumsi kunyit bersamaan dengan makanan mungkin dapat meminimalisir efek ini, namun jika gejala menetap, konsumsi harus segera dihentikan.
2. Risiko Pendarahan (Efek Pengencer Darah)
Kunyit memiliki sifat antikoagulan alami atau pengencer darah. Kurkumin bekerja dengan menghambat jalur kalsium yang berperan vital dalam proses pembekuan darah. Bagi individu sehat, ini mungkin tidak masalah. Namun, ini menjadi risiko besar bagi mereka yang memiliki kelainan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah medis seperti aspirin, warfarin, atau clopidogrel.
Kombinasi kunyit dan obat-obatan tersebut dapat melipatgandakan efek pengenceran darah, sehingga meningkatkan risiko pendarahan yang sulit berhenti.
3. Memicu Reaksi Alergi
Meskipun bahan alami, kunyit tetap merupakan alergen bagi sebagian orang. Reaksi ini bisa muncul baik melalui konsumsi oral (diminum) maupun penggunaan topikal (dioles ke kulit).
Tanda-tanda tubuh menolak kandungan kunyit antara lain munculnya ruam kemerahan, rasa gatal yang intens, hingga sensasi nyeri atau perih pada kulit. Jika Anda mendapati gejala ini sesaat setelah rutin meminum air kunyit, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan medis guna mencegah syok anafilaksis atau reaksi yang lebih parah.
4. Menghambat Penyerapan Zat Besi (Anemia)
Bagi penderita anemia atau mereka yang memiliki kebutuhan zat besi tinggi, kunyit perlu diwaspadai. Konsumsi kunyit dalam jumlah masif dapat mengganggu mekanisme usus dalam menyerap zat besi dari makanan. Akibatnya, kadar hemoglobin bisa turun drastis dan memicu anemia defisiensi besi. Gejala yang muncul akibat kondisi ini meliputi pusing, jantung berdebar (palpitasi), sulit berkonsentrasi, kulit pucat, dan rasa lelah yang ekstrem.
5. Hipoglikemia (Gula Darah Terlalu Rendah)
Salah satu manfaat kunyit adalah menurunkan gula darah, yang sangat baik bagi penderita diabetes. Namun, efek ini bisa menjadi berbahaya jika penurunannya terlalu drastis. Bagi orang dengan gula darah normal atau pasien diabetes yang sudah mengonsumsi obat penurun gula (seperti insulin atau metformin), tambahan asupan kunyit dapat memicu hipoglikemia. Kondisi drop-nya gula darah ini ditandai dengan tubuh gemetar, keringat dingin, kebingungan mental, sakit kepala hebat, hingga pingsan.
6. Potensi Kerusakan Hati
Meskipun sering dianggap sebagai detoksifikasi hati, kunyit dalam dosis tinggi justru dapat menjadi racun (hepatotoksik). Beberapa literatur kesehatan mencatat kasus di mana konsumsi berlebih menyebabkan peradangan hati (hepatitis), sumbatan aliran empedu (kolestasis), hingga kerusakan sel-sel hati. Gejala peringatan dini yang harus diwaspadai meliputi nyeri perut bagian atas, urine yang berubah warna menjadi gelap seperti teh, serta kulit dan bagian putih mata yang menguning (jaundice).
7. Pembentukan Batu Ginjal & Kerusakan Ginjal
Kunyit mengandung oksalat yang cukup tinggi. Oksalat adalah senyawa yang dapat berikatan dengan kalsium di dalam tubuh membentuk kristal kalsium oksalat, yang merupakan komponen utama batu ginjal. Konsumsi jangka panjang yang tidak terkontrol dapat membebani kerja ginjal.
Terdapat laporan medis mengenai seorang pria lansia yang mengalami gagal ginjal akibat interaksi suplemen kunyit dosis tinggi dengan antibiotik dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, penderita riwayat batu ginjal harus sangat berhati-hati.
Penting untuk diingat bahwa kunci dari pengobatan herbal adalah keseimbangan. Manfaat kunyit sangat luar biasa, namun hanya jika dikonsumsi dalam batas wajar dan memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.